DOMPU – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nonformal terus dilakukan di Kabupaten Dompu.
Tahun 2026 ini, PKBM Madaprama Jaya kembali mendapat bantuan pemerintah melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) jenis keterampilan tata busana berupa kursus menjahit busana anak.
Program tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda yang ingin memiliki keterampilan produktif dan peluang usaha mandiri di bidang tata busana.
Sebanyak 10 warga belajar mengikuti program pelatihan tersebut dengan total waktu pembelajaran mencapai 150 jam. Selama mengikuti kursus, para peserta memperoleh pelayanan pelatihan secara gratis, termasuk dukungan berupa peralatan serta bahan jahit untuk praktik belajar.
Kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung secara resmi dan dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dikpora Dompu, Moh. Sadik, S.Pd., yang hadir didampingi Kepala Seksi Peserta Didik. Pembukaan berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari para peserta yang siap mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.
Moh. Sadik, S.Pd menyampaikan bahwa program Pendidikan Kecakapan Wirausaha menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
Menurutnya, keterampilan menjahit bukan hanya sekadar kemampuan teknis, tetapi juga dapat menjadi modal ekonomi yang menjanjikan apabila ditekuni secara serius.
“Program ini sangat penting karena memberikan keterampilan nyata kepada masyarakat. Kami berharap peserta tidak hanya mampu menjahit, tetapi juga dapat membuka usaha sendiri, membantu ekonomi keluarga, bahkan menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masing-masing,” ujar Moh. Sadik.
Ia juga mengapresiasi PKBM Madaprama Jaya sebagai pelaksana program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal.
Menurutnya, keberadaan PKBM memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan keterampilan di luar jalur formal.
“PKBM Madaprama Jaya telah menunjukkan komitmen besar dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Kami berharap pelatihan ini berjalan maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PKBM Madaprama Jaya, Wiji Rahayu menyampaikan bahwa pelatihan tata busana ini difokuskan pada keterampilan menjahit busana anak yang saat ini memiliki peluang pasar cukup besar. Selain diajarkan teknik dasar menjahit, peserta juga dibimbing memahami pola, pengukuran, penggunaan mesin jahit, hingga penyelesaian produk siap pakai.
Dengan pendekatan praktik langsung, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya jahitan berkualitas dan siap bersaing di dunia usaha.
Antusiasme tinggi juga terlihat dari para peserta pelatihan. Salah seorang warga belajar mengaku bersyukur dapat mengikuti kursus secara gratis karena selama ini keterbatasan ekonomi menjadi kendala untuk mengikuti pelatihan keterampilan.
“Kami sangat senang dan berterima kasih karena bisa belajar menjahit tanpa biaya. Selain dapat ilmu, kami juga mendapat alat dan bahan praktik. Ini sangat membantu kami untuk belajar lebih serius,” ujar salah satu peserta.
Peserta lainnya berharap keterampilan yang diperoleh nantinya dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
“Saya ingin setelah pelatihan ini bisa menerima jahitan sendiri di rumah. Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bisa menjadi jalan untuk membantu ekonomi keluarga,” katanya penuh harapan.
Program PKW yang dijalankan PKBM Madaprama Jaya ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran melalui pengembangan usaha mandiri berbasis keterampilan.
Dengan dukungan pemerintah dan semangat belajar masyarakat, pendidikan nonformal kini semakin menunjukkan perannya sebagai instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi dan masa depan generasi yang lebih produktif di Kabupaten Dompu. (di)
![]()








