Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE didampingi kader Nasdem, Ir. Mutakun melakukan silaturahmi politik ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem. Dalam kunjungan itu, Bambang bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi F. Taslim.
DOMPU — Peta politik pasca-Pilkada Dompu mulai menunjukkan arah baru. Rivalitas politik yang sebelumnya mengeras di ruang kontestasi kini perlahan bergeser menuju upaya membangun komunikasi dan sinergi pemerintahan.
Di tengah dinamika tersebut, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE melakukan silaturahmi politik ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem. Dalam kunjungan itu, Bambang bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi F. Taslim.
Pertemuan berlangsung hangat dan disebut membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan partai politik demi mendukung pembangunan daerah.
Bambang Firdaus hadir didampingi salah satu kader senior NasDem Dompu, Ir. Mutakun, yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Dompu. Kehadiran Mutakun dinilai menjadi sinyal terbukanya komunikasi politik antara pemerintahan BBF-DJ dengan partai yang sebelumnya berada di barisan lawan politik pada Pilkada Dompu.
“Dalam pertemuan itu, Pak Sekjen memerintahkan agar seluruh DPD NasDem se-Indonesia, termasuk Dompu, untuk bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Mutakun kepada wartawan.
Menurut dia, arahan tersebut menjadi bagian dari sikap politik NasDem sebagai partai yang mengedepankan pembangunan dan kepentingan masyarakat di atas rivalitas politik elektoral.
Mutakun menegaskan, sinergi yang dimaksud bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol partai terhadap jalannya pemerintahan. Ia menyebut kritik tetap diperlukan selama diarahkan untuk perbaikan tata kelola pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah.
“Bersinergi bukan berarti kehilangan sikap kritis. Tetap kritis untuk kemajuan daerah dan pembangunan Dompu,” katanya.
Mencairnya Ketegangan Politik
Pertemuan tersebut cukup menyita perhatian publik Dompu. Pasalnya, pada Pilkada sebelumnya, Partai NasDem merupakan salah satu kekuatan politik utama yang menjadi rival pasangan BBF-DJ.
Saat itu, NasDem mengusung Ketua DPD partainya sendiri, H. Kader Jaelani, sebagai kandidat dalam kontestasi politik daerah. Persaingan yang berlangsung ketat membuat hubungan politik kedua kubu sempat dipersepsikan berada dalam jarak yang cukup jauh.
Karena itu, pertemuan Bambang Firdaus dengan elite DPP NasDem dianggap sebagai momentum penting dalam mencairkan ketegangan politik pasca-pemilu daerah.
Sejumlah pengamat menilai, langkah membangun komunikasi lintas kekuatan politik menjadi kebutuhan penting bagi pemerintahan daerah, terutama dalam memperkuat dukungan pembangunan di parlemen.
Dengan komposisi politik DPRD yang majemuk, stabilitas hubungan antara eksekutif dan legislatif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas program pembangunan daerah ke depan.
Isu Dukungan Ketua DPD NasDem
Di tengah menghangatnya komunikasi politik tersebut, muncul pula spekulasi publik mengenai kemungkinan adanya kaitan antara pertemuan itu dengan dukungan terhadap Mutakun sebagai calon Ketua DPD NasDem Dompu.
Menanggapi isu tersebut, Mutakun memilih menjawab secara diplomatis.
“Untuk persoalan itu, biarlah masyarakat yang menilai,” ujarnya singkat.
Jawaban itu justru memunculkan berbagai tafsir politik di kalangan masyarakat dan internal partai. Apalagi, Mutakun selama ini dikenal sebagai salah satu kader yang memiliki posisi kuat di struktur politik lokal NasDem Dompu.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari DPP NasDem terkait arah dukungan maupun dinamika suksesi kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Yang pasti, pertemuan antara Bupati Dompu dengan elite DPP NasDem menjadi penanda bahwa kontestasi politik telah berlalu, dan komunikasi antar-kekuatan politik mulai diarahkan pada agenda yang lebih besar: pembangunan Dompu ke depan. (di)
![]()









