DOMPU – Penyakit rabies atau gigitan anjing gila masih menjadi momok bagi warga Dompu. Untuk itu, dalam mengevaluasi upaya pengendalian penyakit mematikan tersebut digelar pertemuan lintas sektor.
Pertemuan itu diikuti, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komininfo. Kemudian, perwakilan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sumbawa, UPT Keswan Kesmavet dari 8 kecamatan wilayah Dompu dan perwakilan kelompok tani ternak sapi lamtoro di Kabupaten Dompu.
Pertemuan ini sekaligus untuk mendapatkan informasi dari lintas sektor terkait pelaksanaan pengendalian rabies di Dompu. Termasuk, permasalahan dan kendala, sehingga diperoleh solusi yang tepat dalam upaya pengendalian.
Sekretaris Daerah Dompu, Drs. H. Muhibuddin, M.Si menyampaikan, kasus lyssa positif di Kabupaten Dompu sejak tahun 2018 hingga 2020 sebanyak 15 orang. Dalam menekan laju peningkatan kasus baik pada manusia dan hewan dilakukan penanganan pada penderita kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). “Bentuk kegiatan berupa vaksinasi HPR, eliminasi HPR tertarget dan penyadaran kepada masyarakat,” ungkapnya.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Drh. Syamsul Maarif menambahkan, penyadaran masyarakat dalam kegiatan pengendalian rabies dinilai sangat penting. Karena dengan adanya kesadaran maka pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin ketika ada masyarakat yang terkena gigitan rabies.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Zainal Arifin, M.Si menjelaskan, rabies adalah penyakit akibat infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah “anjing gila” ini tergolong sangat berbahaya, karena berisiko besar menyebabkan kematian.
“Virus penyebab penyakit ini ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, ataupun air liur. Sekitar 99% kasus pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies,” terangnya.
Selain anjing, ada juga beberapa jenis hewan lain yang bisa membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti anjing, kucing dan kera. Menurut data dari Badan Kesehatan Hewan Dunia, setiap sembilan menit satu orang meninggal dunia karena rabies. “Ini adalah kenyataan yang sangat menyedihkan. Setiap tahun, rabies membunuh hampir 59.000 orang, dan kebanyakan korbannya adalah anak-anak di negara berkembang,” pungkasnya. (di)
![]()










