DOMPU–Demplot Porang yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dalam mensukseskan budidaya Porang, tidak akan dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada, akan tetapi lebih difokuskan pada wilayah yang dianggap memiliki potensi untuk pengembangan porang.
Muhammad Syahroni SP, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu menyebutkan bahwa, untuk langkah awal pihaknya akan mengupayakan kualitas ketimbang kuantitas. “Karenannya demplot akan diutamakan pada daerah yang kualitas humus tanahnya sesuai untuk pengembangan porang. Tidak dibuat templet di seluruh wilayah Kecamatan”, ungkapnya.
Dia menyadari bahwa dana yang teralokasikan untuk budidaya Porang ini jumlahnya hanya Rp 1 Milyar, sehingga demplot yang dikerjakan pun harus mampu menghasilkan kwalitas sebagaimana diharapkan. “Terlebih umbian porang ini mesih dalam tahap uji coba atau petani kita belum terbiasa menggarapnya seperti penanaman padi maupun jagung sebagaimana selama ini dikerjakan”, ujar Syahroni
Saat ini Distambun tengah melakukan pemetaan wilayah yang dinilai potensial untuk budidaya Porang. Karena lanjutnya, tidal semua Wilayah di Kabupaten Dompu cocok untuk pengembangan Porang.
Pada tahap awal penanaman porang di kalangan petani Dompu ini, Kepala Distanbun berkomitmen untuk tidak semata mengejar target demplot yang banyak namun, lebih mengharapkan hasil yang berkwalitas sehingga petani bisa lebih yakin bahwa Porang dapat dikembangkan dengan baik di daerah ini. “Tapi ingrat bahwa, tidak semua areal di Dompu cocok untuk pengembangan Porang”, urainya.
Pada prakteknya di lapangan, lanjut Kadistanbun, setiap demplot akan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 3,5 hektar are (ha) dengan asumsi anggaran sekitar Rp 200 juta. (di/adv)
![]()










