DOMPU – Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu tetap melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang melintas.
Koordinator Pengawasan Lalu Lintas Ternak Pos II Banggo Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Dompu Adam Muluk mengatakan, selain memeriksa, pihaknya juga melakukan penyemprotan ternak-ternak yang melintas dengan menggunakan obat cairan, guna mengantisipasi penyakit PKM yang bersumber dari ternak. Selain itu, juga karena merebaknya PMK, sehingga pos pengawasan berkewajiban untuk menyemprot sapi yang datang dari sumbawa tersebut karena sumbawa termasuk zona merah PMK.
“Itulah alasan kenapa kami melakukan penyemprotan pada ternak yang melintas dengan menggunakan Disinfektan. Obatnya (disinfektan) bersumber dari Disnakwan Dompu. Inilah yang kami lakukan,” paparnya.
Selain menjalankan tugas sebagai Koordinator Pengawasan Lalu Lintas Ternak Pos II Banggo Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Dompu, Adam Muluk juga diketahui melaksanakan aktivitas seperti dokter hewan, bahkan kegiatan ini sudah beberapa tahun dijalankan oleh dirinya.
Diakuinya, kegiatan ini lahir atas permintaan peternak yang meminta untuk menyuntikan obat kepada ternak guna mengantisipasi penyakit PMK pada ternak. “Iya benar, saya sering diminta oleh peternak untuk menyuntik ternaknya agar tidak terjangkit PMK,” paparnya lagi.
Mengenai obat yang disuntik pada ternak selama ini, itu bersumber dari swadaya sendiri dan bukan obat yang bersumber dari Disnakwan. Bahkan, dirinya mengeluarkan bajet (anggaran) yang nilainya mencapai Ratusan Ribu rupiah per-botol. “Kalau selama ini saya tidak memikirkan mengenai anggaran atau uang saya yang dipakai untuk membeli obat, tapi lebih benar-benar membantu para peternak agar ternaknya terhindar dari PMK,” ungkapnya lagi.
Sehingga sambung Adam, ketika memberikan suntikan pada ternak milik para peternak, itu biayanya tidak seberapa dan hanya sifatnya membantu saja. “Biasa satu kali suntik, itu Rp. 100 lebih ribu, tapi saya hanya menerima bayaran Rp. 50 ribu atau dibawah itu,” katanya lagi .
Lebih jauh, Adam mengakui tidak pernah menggunakan obat dari Disnakwan untuk disuntikan ke ternak milik peternak. “Selama ini saya menggunakan obat yang bersumber dari Swadaya sendiri,” tandasnya.(di/adv)
![]()










