Memelihara ternak Sapi bagi masyarakat bukan merupakan usaha pokok, tapi hanya sebagai usaha sambilan disamping bertani. Disamping itu pemeliharaan ternak sapi masih dikelola secara individu dan dalam skala kecil. “Kondisi ini menyebabkan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki belum secara optimal,” ujar Fungsional Perencana Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Awaluddin S.Pt.
Dari permasalahan tersebut, ada beberapa persoalan yang mendasar terhadap pengembangan usaha ternak sapi. Pemeliharaan Ternak Masih Secara tradisional, Optimalisasi pemanfaatan pakan hasil sisa pertanian (jerami) masih rendah,Keterbatasan peternak dalam permodalan, pengetahuan dan ketrampilan. “Selain itu, juga akses teknologi dan akses pasar,” ungkapnya.
Terwujudnya masyarakat peternak yang mandiri dan sejahtera melalui pembangunan peternakan yang tangguh, berkelanjutan dan berdaya saing untuk kemakmuran dan ketahanan masyarakat dompu, melalui 5 misi yaitu Peningkatan kualitas Sumberdaya manusia (aparat peternakan dan petani ternak), Peningkatan Produksi dan Produktifitas ternak, Peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap mutu ternak, Peningkatan kualitas Pakan dan Peningkatan sarana dan prasarana peternakan.
Fungsional Perencana Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Awaluddin S.Pt, mengatakan upaya dalam mendukung program unggulan pemerintah daerah.
Salah satunya, adalah pengembangan Ternak Sapi perlu dilakukan optimalisasi penggunaan sumberdaya yang ada yang berpihak kepada rakyat, kesinambungan dan desentralisasi. Hal ini, diharapkan menjadi modal dasar untuk mewujudkan swasembada komoditi peternakan dan mampu meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan peternak sapi dengan system pemeliharaan secara ekstensifikasi dan intensifikasi. “Sehingga efektifitas dan efisien dalam upaya pengembangan ternak sapi di kabupaten Dompu, melalui penguatan kelembagaan peternak. Kuncinya, Ternak Sapi, Ekstensifikasi dan Intensifikasi, Efektifitas dan Efisien,” tandasnya. (adv)
![]()










