Nampak penjual ikan kering di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Fatimah bersama wartawan tamborapost.com sedang pose di depan Kios Mini bantuan dari PT. Sumbawa Timur Mining.
Stigma negatif melekat terhadap investasi pertambangan karena kehadiran tambang akan membawa dampak penderitaan bagi masyarakat. Ternyata stigma itu tidak berlaku dalam proyek pertambangan di wilayah Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Justru keberadaan tambang di daerah itu membawa berkah tersendiri bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berikut catatan.
SAUDI – TAMBORAPOST.COM
Pagi itu, tepatnya, Minggu (01/12/2024), suasana di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, sedikit mendung. Tidak cerah seperti biasanya. Maklum, sedang musim hujan. Puluhan perahu dengan ragam corak tampilan bercat warna-warni dan posisi berjarak satu sama lain, tampak menepi di bibir Pantai Jala.
Di sepanjang garis pantai bagian timur, sejumlah perempuan ditemani suara deburan ombak tengah sibuk menyalin ikan hasil tangkapan dari kotak ke baskom.
Di atas perahu, beberapa nelayan tampak berkemas. Sebagian ada yang sedang menurunkan box berisi ikan hasil tangkapan dan memikulnya ke tepi pantai. Ada pula yang menenteng wadah bekal selama melaut.
Tampak seorang nelayan yang memakai kaos oblong warna abu-abu, celana pendek hitam, memanggil perempuan di tepi pantai dengan isyarat tangan. Sigap, seorang perempuan paruh baya bergegas mendekati perahu untuk memboyong ikan hasil tangkapan, kemudian melakukan transaksi dengan nelayan tersebut.
Perempuan paruh baya yang memakai daster hitam, jilbab merah bercorak putih itu bernama Fatimah (48 tahun). Ibu empat anak ini adalah seorang penjual ikan kering. Dia membeli langsung ikan dari nelayan untuk dijual kembali secara online maupun offline. Proses penjualan dilakukan setelah melalui pengeringan dan pengemasan.
“Mari pak, kita ngobrol di rumah,” sapa Fatimah kepada wartawan Tamborapost, dengan ramah, sambil menenteng ikan menuju rumahnya menggunakan sepeda motor. Jarak rumah dari pantai sekitar 350 meter.
Di halaman rumah Fatimah berdiri satu unit kios mini berwarna putih. Kios itu diisi berbagai jenis ikan kering. Ikannya ditata rapi dengan beberapa wadah. Sehari-hari kios itu digunakan untuk menjual ikan.
Kios tersebut merupakan bantuan dari PT. Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan pertambangan mineral yang saat ini sedang melakukan kegiatan eksplorasi di bawah kontrak karya (KK) generasi ke-7 di wilayah Kecamatan Hu’u.
Fatimah adalah salah satu penjual ikan kering yang sedang menikmati masa untung di wilayah tersebut. Bagaimana tidak, permintaan ikan keringnya tembus hingga ke sejumlah daerah.
“Alhamdulillah, usaha ikan kering kami berkembang bagus. Permintaan pasar cukup tinggi. Pelanggan datang dari beberapa daerah, seperti Kota Bima, Mataram, Bali, hingga Kupang,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Fatimah juga rutin memasok ikan kering untuk kebutuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Dompu. Dari hasil usahanya ini, Fatimah berhasil meningkatkan ekonomi keluarga. Dalam sehari dia bisa memeroleh keuntungan hingga jutaan rupiah. “Rata-rata keuntungan kami di atas satu juta per hari,” ujarnya.
Cerita sukses Fatimah berawal dari adanya program pendampingan dan pemberian bantuan fasilitas dari PT. Sumbawa Timur Mining. “Sejak dibimbing cara memasarkan dan mengemas produk, kemudian diberikan bantuan kios mini oleh PT. STM, usaha kami semakin lancar dan berkembang,” ucapnya.
Sebelum adanya bantuan kios mini, Fatimah hanya menggunakan papan sederhana untuk menata produk jualannya. Hal ini menyebabkan produknya kurang menarik bagi pembeli. Kini dengan kios mini bantuan PT. STM, tampilan usahanya lebih menarik dan memudahkan pembeli untuk mampir.
Begitu juga sebelum memperoleh pengetahuan keterampilan tentang cara mengemas dan mamasarkan produk secara online, permintaan ikan keringnya sangat minim. Kini dengan kemasan bagus dan pola pemasaran yang tepat, jualannya semakin lari manis. Jumlah pelanggan dari hari ke hari terus bertambah.
Kehadiran PT. STM benar-benar membawa berkah bagi peningkatan ekonomi keluarga kami,” kata Fatimah, dengan penuh rasa syukur.
Kesuksesan yang sama juga dialami penerima bantuan kios mini lainnya, Indahti (37 tahun). Perempuan yang juga penjual ikan kering ini mengaku sejak memperoleh bantuan kios dari PT. STM usahanya semakin lancar. “Berkat bantuan STM saya semakin semangat jualan. Alhamdulillah, pendapatan juga meningkat,” tuturnya.
Buah manis dari pemberdayaan PT. STM tidak hanya dirasakan oleh Fatimah dan Indahti. Efek domino dari peningkatan penjualan ikan kering juga dinikmati oleh sejumlah nelayan, di antarannya Ahmad dan Arifuddin. Keduanya mengaku sejak adanya program pemberdayaan, serapan hasil tangkap ikan mereka juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program pemberdayaan perusahaan tambang. Karena kami juga ikut merasakan keuntungan,” ungkap Arifuddin, nelayan dari Desa Jala.
Program pemberdayaan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan emas dan tembaga mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Jala Sadam Husain mengaku program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Harus kami akui keberdaan STM, selama ini telah banyak membantu tugas pemerintah desa dalam menyejahterakan masyarakat. Kami berharap program semacam ini dapat menyasar lebih banyak warga lagi,” harap kades saat berbincang-bincang dengan wartawan di kediamannya.
Sadam Husain yang baru satu tahun menjabat sebagai Kepala Desa Jala juga berharap PT. STM terus melanjutkan proyeknya di Kecamatan Hu’u. Hal ini disampaikan, mengingat adanya kebijakan perusahaan yang menghentikan aktivitas sepanjang tahun 2025, pascaterjadinya kerusuhan di area staging, beberapa waktu lalu.
“Kami sebagai pemerintah desa sangat mendukung keberadaan STM. Kami berharap perusahaan kembali melanjutkan aktivitas. Karena keberadaan tambang sangat dibutuhkan masyarakat,” tutur pria murah senyum ini.
Di beberapa kesempatan, pihak PT. STM menyampaikan komitmen untuk melanjutkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Partisipasi Desa (PPD), meskipun aktivitas proyek eksplorasi dihentikan sementara. Keberlanjutan PPD sebagai salah satu program inisiatif perusahaan sangat penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
PPD yang dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah desa diakui berjalan sesuai dengan harapan. “Semangat kami dalam program ini memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Principal Communications STM Cindy Elza. (*)
![]()










