DOMPU — Warga Dompu bisa kembali bernapas lega. Setelah sempat hilang dari pasaran, gas elpiji bersubsidi 3 kilogram yang akrab disebut tabung melon, kini mulai kembali beredar di wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Kelangkaan gas bersubsidi yang sempat membuat panik masyarakat ini terjadi karena terhambatnya distribusi dari pusat ke daerah. Depo Pertamina di Kota Bima, yang menjadi titik transit utama pasokan untuk wilayah Dompu, mengalami keterlambatan pengiriman. Selain itu, sejumlah pangkalan harus rela berbagi pasokan dengan sub-pangkalan lain, menyebabkan stok menipis di banyak titik.
Namun, situasi tersebut kini berangsur pulih. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, Armansyah, mengonfirmasi bahwa distribusi gas subsidi kembali normal. Bahkan, untuk mengantisipasi kekosongan serupa, PT Pertamina telah menambah kuota pasokan untuk Dompu sebesar lima persen. “Kalau bicara stok, sekarang sudah aman. Bahkan distribusi dari distributor mulai diperbanyak,” kata Armansyah, saat ditemui Senin (19/5/2025).
Distribusi Diperluas, Aturan Akan Diperketat
Meski belum ada regulasi baru yang resmi diberlakukan, Armansyah menyambut baik wacana pembatasan pembelian gas subsidi hanya bagi warga miskin. Menurutnya, kebijakan itu akan berdampak positif terhadap ketersediaan gas melon yang memang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
“Itu bagus, dan agen serta pengecer wajib punya data di wilayahnya siapa saja yang berhak membeli gas subsidi,” ujarnya.
Faktanya, selama ini gas 3 kilogram sering kali juga dikonsumsi oleh masyarakat yang tergolong mampu. Praktik ini, menurut Armansyah, ikut menyumbang terjadinya kelangkaan di lapisan masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas penerima subsidi.
Disperindag sendiri mengaku terus memantau perkembangan harga dan distribusi melalui koordinasi dengan agen serta pengecer resmi. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, harga kembali stabil seiring pulihnya pasokan. (di/adv)
![]()










