DOMPU – Upaya memerangi stunting di Kabupaten Dompu terus digencarkan.
Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Dompu, Zulkarnain, S.Sos, M.Ph menegaskan komitmennya untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar sampai pada sasaran utama, ibu hamil, ibu menyusui yang rentan berisiko stunting.
“Kenapa kami harus ikut terlibat dalam proses MBG? Karena 10 persen dari sasaran MBG adalah ibu menyusui dan ibu hamil yang rentan stunting. Kami ingin memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
DPPKB Dompu memiliki keunggulan berupa data detail berbasis by name, by address. Data tersebut dipadukan dengan kehadiran Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan. Mereka inilah yang mengetahui dengan persis keluarga mana saja yang termasuk kategori berisiko stunting.
Koordinasi pun telah dijalin dengan sejumlah MBG, di antaranya di Desa Manggeasi dan Desa Matua. Zulkarnain menyebut, langkah ini bukan sekadar pendampingan, tetapi juga fasilitasi agar distribusi makanan bergizi benar-benar menjangkau yang membutuhkan.
“Selain data, kami punya tim pendamping. Tim inilah yang memastikan sasaran keluarga stunting tidak terlewatkan,” jelasnya.
Respons positif datang dari pihak MBG. Mereka menilai kehadiran DPPKB sangat membantu dalam mengefektifkan penyaluran bantuan. Di MBG Manggeasi, tercatat 196 ibu hamil dan ibu menyusui menerima paket makanan bergizi gratis. Begitu juga di Desa Matua, jumlah penerimanya jauh lebih banyak.
Zulkarnain menegaskan, langkah sinergis ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Dompu untuk mempercepat penurunan angka stunting. “Ini adalah gerakan bersama. Kami ingin Dompu bebas stunting, dan itu hanya bisa dicapai jika semua pihak terlibat,” pungkasnya. (di/adv)
![]()










