DOMPU — Di balik hamparan ladang jagung yang menguning di Dompu, kini sedang tumbuh satu hal baru. Cara berpikir baru tentang bertani. Tak lagi sekadar menunggu bantuan datang, para petani mulai dikenalkan pada cara mengelola benih dengan sistem digital lewat program inovatif bertajuk “Si BEJO” (Subsidi Benih Jagung).
Program yang digagas Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertanbun) Kabupaten Dompu ini diluncurkan resmi pada Senin (13/10/2025). Kepala Dispertanbun, Syahrul Ramadhan, menyebut Si BEJO sebagai gerbang menuju pertanian yang lebih cerdas dan mandiri.
“Si BEJO bukan hanya soal subsidi benih. Ini cara baru agar petani bisa mengakses benih unggul secara transparan, cepat dan tepat sasaran. Melalui sistem digital yang bisa mereka pantau sendiri,” ujar Syahrul di sela peluncuran.
Selama ini, sebagian petani masih bergantung pada bantuan manual yang sering kali tersendat di jalur birokrasi. Si BEJO hadir untuk memotong rantai itu. Data petani, distribusi benih, hingga verifikasi lapangan semuanya terhubung lewat sistem informasi pertanian daerah.
Bagi petani, ini bukan hanya efisiensi, tapi juga kesempatan belajar mengelola proses produksi dengan lebih terencana.
Di sela kegiatan peluncuran, beberapa petani yang hadir tampak antusias mencoba aplikasi yang menjadi basis data Si BEJO. Mereka belajar menginput data lahan dan kebutuhan benih langsung bersama penyuluh.
Menurut Syahrul, antusiasme ini menjadi sinyal baik bagi masa depan pertanian Dompu. Pemerintah daerah, katanya, tidak ingin petani hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi aktor utama dalam rantai produksi pertanian modern.
Langkah digitalisasi melalui Si BEJO juga dipandang sebagai pijakan menuju kemandirian pangan daerah dan peningkatan daya saing produk jagung Dompu di pasar nasional.
Selain efisiensi, sistem ini juga menjadi alat kontrol sosial yang mencegah penyimpangan distribusi. “Transparansi itu kunci. Kalau petani tahu sistemnya, tidak ada ruang bagi permainan di lapangan,” tegas Syahrul.
Peluncuran Si BEJO ditutup dengan penyerahan simbolis paket benih subsidi kepada perwakilan kelompok tani. Namun bagi banyak orang yang hadir hari itu, yang diserahkan bukan sekadar benih jagung. Tapi benih perubahan, menuju pertanian Dompu yang lebih mandiri, maju, dan berbasis ilmu pengetahuan. (di)
![]()










