MATARAM – Kontingen anggar Kabupaten Dompu kembali menambah pundi-pundi medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026. Dari cabang olahraga anggar, Dompu berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu melalui penampilan impresif para atlet putrinya.
Medali emas dipersembahkan Sulistiawati pada nomor sabre tunggal putri. Dalam partai final yang berlangsung sengit, Sulistiawati sukses mengalahkan atlet tuan rumah Kota Mataram dan memastikan Dompu berdiri di podium tertinggi.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi Sulistiawati sepanjang turnamen. Dengan permainan yang tenang, agresif, dan penuh perhitungan, ia mampu mendominasi pertandingan hingga mengamankan medali emas bagi kontingen Dompu.
Tak hanya itu, Sulistiawati juga menambah koleksi medalinya setelah meraih medali perak pada nomor epee putri. Meski harus puas finis di posisi kedua, pencapaian tersebut menunjukkan kualitas dan daya saing atlet anggar Dompu di tingkat provinsi.
Sementara itu, Siti Juliati turut menyumbangkan medali perunggu pada nomor epee tunggal putri. Raihan tersebut melengkapi torehan tiga medali yang berhasil dibawa pulang tim anggar Dompu.
Tambahan satu emas, satu perak, dan satu perunggu ini semakin memperkuat posisi kontingen Kabupaten Dompu dalam perolehan medali sementara Porprov NTB XII 2026. Hasil tersebut juga menjadi sinyal positif bahwa pembinaan atlet anggar di Dompu mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.
Keberhasilan para atlet anggar diharapkan menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya yang masih akan bertanding. Kontingen Dompu pun terus memburu tambahan medali demi mewujudkan target memperbaiki posisi pada klasemen akhir Porprov NTB 2026.
Sekretaris Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kabupaten Dompu, Syarifudin, mengaku bangga atas perjuangan para atletnya. Menurut dia, hasil tersebut merupakan buah dari latihan panjang dan kerja keras atlet maupun pelatih.
“Tahun 2022 hingga 2023 cabang olahraga anggar tidak dipertandingkan sehingga kesempatan atlet untuk mengukur kemampuan sangat terbatas. Karena itu, prestasi yang diraih pada Porprov kali ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Syarifudin mengatakan Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung seleksi atlet menuju level yang lebih tinggi. Menurutnya, dari hasil Porprov, NTB akan menyiapkan sekitar 20 atlet terbaik sebagai bagian dari pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Porprov ini sangat bergengsi. Atlet yang tampil merupakan calon-calon terbaik NTB. Cabang anggar juga merupakan cabang olahraga Olimpiade sehingga pembinaannya harus benar-benar serius,” katanya.
Ia menjelaskan, pembinaan anggar NTB kini diperkuat dengan menghadirkan pelatih berpengalaman dari Bali, Warman, yang pernah tampil pada berbagai kejuaraan nasional dan memiliki pengalaman menghadapi atlet-atlet terbaik Indonesia.
“Bahkan Coach Warman pernah bertanding melawan Sulistiawati pada tahun 2024. Saat itu Sulistiawati hanya kalah tipis poin. Dari situ beliau melihat potensi besar atlet NTB dan akhirnya bersedia membantu pembinaan di daerah ini,” ungkapnya. (di)
![]()








