JARUM jam menunjukkan pukul 20.00 Wita. Satu per satu penumpang keluar dari pintu kedatangan Bandara Internasional Lombok (BIL), Sabtu malam. Di antara keramaian itu, rombongan jamaah umrah PT Taufik Haji dan Umrah (THU) tampak paling mudah dikenali.
Wajah-wajah mereka memancarkan kelegaan sekaligus kebahagiaan. Sebagian saling bercerita tentang pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci. Ada yang tersenyum, ada pula yang tak henti mengucap syukur karena telah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Perjalanan ibadah selama 15 hari itu telah usai. Namun, kesan yang mereka bawa pulang jauh lebih besar daripada sekadar perjalanan religi.
Di ruang tunggu bandara, Direktur PT THU, H. Taufik, SH, bersama jajaran manajemen telah lebih dahulu menanti kedatangan jamaah. Satu per satu disambut dengan hangat, memastikan seluruh jamaah tiba dengan selamat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Dompu dan Bima.
Suasana malam itu berbeda dengan rombongan jamaah lain yang langsung bergegas menuju bus. Jamaah THU justru dipersilakan beristirahat sejenak di area yang telah dipersiapkan. Makanan telah tersedia. Air minum dibagikan. Tim THU juga mengurus seluruh bagasi sehingga jamaah tidak perlu bersusah payah mendorong troli atau mencari koper masing-masing.
Bagi para jamaah, pelayanan seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun, setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi, perhatian kecil tersebut justru menjadi bentuk pelayanan yang paling dirasakan.
“Luar biasa, benar-benar berbeda. Jamaah lain langsung keluar bandara dan naik bus. Kami justru diberi kesempatan istirahat, makan malam, semuanya sudah disiapkan. Bahkan urusan bagasi kami tidak perlu repot karena seluruhnya diurus oleh tim THU. Kami juga kembali diberikan air zam-zam sesuai janji mereka. Pelayanannya benar-benar memuaskan,” ungkap salah seorang jamaah.
Bukan Sekadar Janji
Keberangkatan perdana PT Taufik Haji dan Umrah pada Juli 2026 membawa 50 jamaah menuju Tanah Suci. Meski tergolong sebagai travel yang baru hadir, THU justru berhasil membuktikan bahwa kualitas pelayanan tidak ditentukan oleh usia perusahaan.
Sejak proses pendaftaran, jamaah telah merasakan pelayanan yang berbeda.
Mereka mengaku langsung menerima air zam-zam dan kurma sebagai bentuk penyambutan. Harga paket umrah juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan banyak travel lainnya, tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan.
Seluruh proses administrasi hingga pengurusan dokumen keberangkatan dilakukan secara rapi dan tidak menyulitkan jamaah.
Saat berada di bandara, seluruh pemeriksaan dokumen keberangkatan maupun kepulangan diurus secara kolektif oleh tim THU sehingga jamaah dapat lebih tenang dan tidak kelelahan mengurus berbagai prosedur sendiri.
Pelayanan tersebut berlanjut hingga di Makkah dan Madinah. Tim pendamping disebut selalu hadir mendampingi jamaah, mulai dari pelaksanaan ibadah hingga memastikan kebutuhan kesehatan, konsumsi, serta kenyamanan selama berada di Tanah Suci.
Fokus Beribadah
H. Abdul Hamid, jamaah asal Desa Karamabura, mengaku tidak menemukan pelayanan yang mengecewakan selama mengikuti program umrah bersama THU.
“Kami benar-benar puas dengan pelayanan THU. Pendampingan selama di Tanah Suci sangat luar biasa. Semua kebutuhan kami diperhatikan sehingga kami bisa fokus beribadah,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan H. Abubakar. Menurutnya, pendampingan dari tim THU membuat impian yang selama ini hanya tersimpan dalam doa akhirnya dapat terwujud.
Ia mengaku memperoleh kesempatan mendekati Ka’bah, mencium Hajar Aswad, menyentuh Kiswah Ka’bah, hingga memanjatkan doa di sejumlah lokasi yang diyakini sebagai tempat-tempat mustajab.
“Ini impian saya sejak lama. Alhamdulillah semua bisa kami lakukan berkat arahan dan pendampingan tim THU. Kami tidak hanya berangkat umrah, tetapi benar-benar dibimbing agar ibadah kami maksimal,” tuturnya.
Sementara itu, Ibu Zainab, jamaah asal Desa Doromelo, juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan THU.
Menurutnya, mulai dari penginapan, konsumsi, transportasi hingga perhatian terhadap kondisi kesehatan jamaah dilakukan dengan sangat baik.
“Alhamdulillah pelayanan THU benar-benar memuaskan. Dari Dompu, Mataram, sampai di Makkah dan Madinah semuanya diperhatikan. Kami merasa nyaman dan tenang selama beribadah,” katanya.
Rekomendasikan kepada Masyarakat
Kepuasan tersebut membuat para jamaah tidak ragu memberikan rekomendasi kepada masyarakat Bima dan Dompu.
Mereka mengaku siap mengajak keluarga, kerabat, hingga tetangga untuk mempercayakan perjalanan ibadah umrah bersama PT THU.
Menurut mereka, pelayanan yang diberikan sebanding bahkan melebihi apa yang dijanjikan sejak awal keberangkatan.
Komitmen THU
Direktur PT Taufik Haji dan Umrah, H. Taufik, SH, mengatakan rasa syukur menjadi hal pertama yang ia rasakan setelah seluruh jamaah tiba kembali di Indonesia dengan selamat.
Menurutnya, keberhasilan sebuah perjalanan umrah bukan hanya diukur dari keberangkatan, tetapi ketika seluruh jamaah dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat, nyaman, dan membawa pengalaman ibadah yang berkesan.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah keberangkatan perdana THU kembali ke tanah air dengan selamat. Bagi kami, kepuasan jamaah adalah amanah yang harus dijaga. Karena itu sejak proses pendaftaran, keberangkatan, pendampingan di Tanah Suci hingga jamaah kembali ke rumah, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan satu jamaah dengan yang lain,” ujar H. Taufik.
Ia menegaskan, THU dibangun dengan komitmen menghadirkan layanan umrah yang profesional, aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa.
“Kami ingin jamaah tidak hanya berangkat ke Tanah Suci, tetapi benar-benar mendapatkan pengalaman ibadah yang khusyuk, tenang, dan berkesan. Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar bagi THU. Karena itu kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan pada setiap keberangkatan berikutnya,” tegasnya.
Keberangkatan perdana ini menjadi awal yang menjanjikan bagi PT Taufik Haji dan Umrah. Di tengah semakin banyaknya pilihan biro perjalanan umrah, THU berusaha membangun kepercayaan bukan melalui slogan semata, melainkan melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh para jamaah.
Malam itu, di Bandara Internasional Lombok, senyum para jamaah menjadi bukti yang sulit dibantah. Perjalanan ibadah memang telah berakhir. Namun, kepuasan yang mereka bawa pulang menjadi cerita yang akan terus disampaikan kepada keluarga, sahabat, dan masyarakat luas. (*)
![]()








