DOMPU – PT Taufik Haji dan Umroh (THU) kembali menunjukkan komitmennya sebagai travel keluarga masyarakat Bima dan Dompu dengan menghadirkan seragam umrah khas daerah bermotif jagung dan padi. Seragam tersebut akan dikenakan oleh jamaah umrah yang diberangkatkan melalui PT THU sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan mata pencaharian mayoritas masyarakat Bima dan Dompu.
Direktur PT THU, H. Taufik, SH, mengatakan pemilihan motif jagung dan padi bukan tanpa alasan. Kedua komoditas tersebut merupakan simbol kehidupan masyarakat Bima dan Dompu yang sebagian besar menggantungkan perekonomian keluarga pada sektor pertanian.
Menurutnya, keberhasilan banyak warga menunaikan ibadah umrah saat ini tidak terlepas dari hasil kerja keras mereka sebagai petani. Dari lahan jagung dan sawah yang dikelola dengan penuh kesabaran, masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga hingga mewujudkan impian menjadi tamu Allah SWT di Tanah Suci.
“Seragam ini kami hadirkan sebagai bentuk penghargaan kepada para petani. Jagung dan padi adalah simbol perjuangan masyarakat Bima dan Dompu. Banyak jamaah yang berangkat bersama PT THU merupakan hasil dari kerja keras mereka mengelola lahan pertanian selama bertahun-tahun,” ujar H. Taufik.
Sebagai travel yang lahir dan berkembang di tengah masyarakat Bima dan Dompu, PT THU berupaya menghadirkan identitas daerah dalam setiap keberangkatan jamaah. Karena itu, motif jagung dan padi dipilih untuk merepresentasikan karakter masyarakat yang dikenal pekerja keras, tangguh, dan religius.
Keberadaan seragam khas tersebut juga diharapkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi jamaah ketika berada di Tanah Suci. Di tengah ribuan jamaah dari berbagai daerah dan negara, motif jagung dan padi akan menjadi penanda bahwa mereka berasal dari daerah agraris yang memiliki semangat gotong royong dan budaya kerja yang kuat.
H. Taufik menegaskan, PT THU tidak hanya berfokus pada pelayanan perjalanan ibadah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi dan identitas daerah kepada dunia. Melalui seragam khas tersebut, masyarakat Bima dan Dompu dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian telah menjadi salah satu pilar penting yang mengangkat kesejahteraan warga.
Data di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Bima dan Dompu memang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, terutama jagung dan padi. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil pertanian menjadi sumber pendapatan utama yang memungkinkan banyak keluarga membiayai pendidikan anak, membangun rumah, hingga menabung untuk menunaikan ibadah umrah dan haji.
Karena itu, seragam batik bermotif jagung dan padi yang dihadirkan PT THU bukan sekadar pakaian identitas perjalanan. Lebih dari itu, seragam tersebut menjadi simbol rasa syukur, penghormatan terhadap profesi petani, serta bukti bahwa dari ladang dan sawah yang sederhana, masyarakat Bima dan Dompu mampu mewujudkan cita-cita besar untuk beribadah di Tanah Suci.
Dengan mengusung semangat “Travel Keluarga Bima dan Dompu”, PT Taufik Haji dan Umroh berharap dapat terus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah dengan nyaman, aman, sekaligus tetap membawa kebanggaan terhadap identitas daerah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka. (di)
![]()








