DOMPU – Puluhan hektar tanaman bawang merah di So Ala, Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mengalami gagal panen.
Kondisi tersebut disebabkan karena serangan virus jenis fusarium. Penyakit itu mengakibatkan kebusukan tanaman.
Meski upaya penyemprotan telah dilakukan petani dengan menggunakan obat-obatan seperti biasa, namun tidak mampu menyelamatkan tanaman.
Salah seorang petani, Taufik mengaku, total luas areal tanaman bawang yang mengalami gagal panen diperkirakan mencapai 40 hektar. “Tanaman bawang ini adalah murni milik petani lokal,” ungkapnya pada tamborapost.com, Sabtu (13/2).
Ditengah kondisi tersebut, pemerintah terkait khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu diakui, belum mengambil sikap untuk membantu keadaan petani. “Kita berharap pemerintah terkait dapat melirik kondisi petani,” harapnya. (di)
![]()










