• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Sabtu, 18 April 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pena Terakhir Sang Penjaga Sejarah

Tambora Post by Tambora Post
10 Mei 2025
in HEADLINE
0
Pena Terakhir Sang Penjaga Sejarah

H. Muhammad Agus Suryanto dan Cinta Tak Bersyarat untuk Dompu

 

SAUDI – DOMPU

RELATED POSTS

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

Magrib baru saja berlalu pada Sabtu 10 Mei 2025. Dompu Diguyur hujan, lembut namun tak kunjung reda. Di RSUD Dompu, dalam sunyi yang nyaris sakral, H. Muhammad Agus Suryanto menutup mata untuk terakhir kalinya.

Kepergiannya tak diiringi sirine panjang atau berita besar. Tapi duka menyebar cepat, mengendap di hati mereka yang mengenalnya sebagai sahabat, sebagai wartawan, sebagai penulis sejarah, sebagai abdi negara dan sebagai ayah yang pendiam tapi penuh cinta.

H. Agus bukan kelahiran Dompu. Tapi ia memilih daerah ini karena cinta. Cinta yang ia buktikan lewat kehidupan, karya, dan pengabdiannya. Ia menikahi perempuan Dompu, Nining dan tinggal di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, membesarkan dua anaknya, Danang dan Ajeng.

“Beliau sangat baik dan dekat dengan siapa saja,” ujar Muhyiddin, Ketua PWI Dompu. “Meski bukan orang asli Dompu, cintanya untuk daerah ini tak diragukan,” tambahnya.

Wartawan senior H. Abdul Muis pun tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan. “Beliau tetap jurnalis dalam jiwa. Cinta dan silaturahminya tinggi. Meski sudah lama tinggalkan dunia pers, beliau tetap kembali ke kami dengan cara yang tak selalu kelihatan,” katanya.

Dan memang, bagi H. Agus, dunia pers bukan sekadar profesi. Itu adalah panggilan hati. Bahkan, di rumahnya yang sederhana dulu, ia pernah menggantung tulisan yang tak akan pernah dilupakan oleh mereka yang pernah datang.

“Kalau mau mati, jadilah wartawan. Kalau mau melarat, jadilah wartawan.”

Tulisan itu seperti ironi. Tapi di balik ironi itu, tersembunyi keteguhan dan keberanian menjadi wartawan bukan jalan nyaman. Tapi di situlah kejujuran hidup diuji. Dan H. Agus menjalaninya bukan hanya bertahan, tapi memberi makna.

Dari Pena ke Panggung Pemerintahan

Karier kewartawanannya membentang panjang, dari NTB Post hingga Sumbawa Post, dari Harian Lombok sampai Koran Berita. Di tengah-tengahnya, ia menang lomba menulis dan diberangkatkan haji oleh pemerintah daerah. Sebuah penghargaan yang ia sambut dengan rendah hati, seolah itu bukan apa-apa.

Namun hidup memanggilnya ke jalur lain. Ia menjadi ASN di Bagian Humas Setda Dompu. Tugasnya, menulis sambutan untuk Bupati. Mungkin terdengar biasa. Tapi tidak bagi H. Agus. Ia menulis sambutan seperti menulis sejarah. Kata-kata yang ia susun tidak hanya komunikatif, tapi bermakna dan menyentuh.

Ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Dompu, sambutan yang dibaca Bupati adalah karyanya. Tapi ia memilih berdiri di belakang, tanpa menuntut kredit. Ia menulis, lalu membiarkan orang lain membaca dan mendapat tepuk tangan. Ia puas cukup dengan tahu tulisannya berguna.

Menulis Sejarah agar Kita Tak Lupa

H. Agus menulis bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk besok dan seterusnya. Ia menulis buku sejarah agar Dompu tidak kehilangan akarnya.

Napak Tilas Leluhur: Menyusuri Jejak Langkah Ompu Beko, Ama Rasa Dana Dompu

Letusan Tambora: Misteri Lahirnya Dompu Baru

Kilas Balik Perjalanan Pencarian dan Penetapan Hari Jadi Dompu 11 April 1815/H

Buku-buku ini tak laris di pasar. Tapi laris di hati para pencari makna. Ia tahu, sejarah bisa hilang jika tak ditulis. Maka ia menulis dengan sabar, dalam sunyi, dalam cinta.

Dari Jurnalis ke Intelijen, Pengabdian Tanpa Sorotan

Kemampuan observasinya sebagai jurnalis membuatnya dilirik oleh Kesbangpoldari, dan kemudian Badan Intelijen Negara (BIN). Ia menjalani tugas yang tak pernah masuk koran, tak pernah diumumkan. Tapi setiap informasinya, setiap analisisnya, penting bagi stabilitas.

Tugas-tugas itu membawanya ke banyak tempat di NTB. Tapi pada akhirnya, ia kembali ke Dompu. Mungkin karena takdir. Mungkin karena jiwanya tahu bahwa tempat terbaik untuk pergi adalah tempat yang paling kita cintai.

Ia Telah Pergi, Tapi Tidak Tiada

Hujan masih turun ketika jenazahnya dibawa ke rumah duka. Doa mengalir dari sahabat, rekan kerja, sesama jurnalis, ASN, bahkan warga biasa yang pernah membaca tulisannya.

Ia tak meninggalkan gedung atau yayasan. Tapi ia meninggalkan kata-kata. Dan kata-kata, jika ditulis dengan ketulusan, akan tinggal lebih lama dari bangunan beton mana pun.

Ketika anak-anak Dompu membaca kembali tentang Ompu Beko, Letusan Tambora, atau hari jadi Dompu, mereka membaca jejaknya. Ketika wartawan baru merasa putus asa karena idealisme terasa berat, mereka bisa kembali pada kalimat yang pernah ia gantung di rumahnya. Dan barangkali dari sana mereka mengerti, bahwa hidup bukan soal kaya atau terkenal, tapi tentang memberi makna.

Selamat jalan, Haji Agus. Terima kasih telah menulis untuk kami, untuk Dompu, untuk masa depan yang tak selalu tahu dari mana ia berasal. Tulisanmu tak akan hilang. Karena ia ditulis dengan hati yang penuh cinta. (*)

Loading

Tags: BINH. Agus SuryantoPenulis SejarahWafatWartawan

Related Posts

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang  ‎

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

by tamborapost
18 April 2026
0

Oleh : Saudi - Tambora Post ‎ ‎Ada yang janggal dari arah kebijakan fiskal Kabupaten Dompu. Di saat ruang anggaran...

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh  ‎

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

by tamborapost
18 April 2026
0

Oleh : Saudi - Tambora Post   ‎Ada yang janggal dalam cara Pemerintah Kabupaten Dompu mengelola logika kesejahteraan aparatur sipil...

Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram

Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram

by tamborapost
18 April 2026
0

‎Kerinduan itu selalu sama. Diam-diam tumbuh di hati setiap muslim. Sebuah panggilan suci yang tak pernah lekang oleh waktu. Panggilan...

‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi?  ‎

‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi? ‎

by tamborapost
16 April 2026
0

‎Hadapi Pemberlakuan UU HKPD Januari 2027 ‎Oleh : Saudi - Tambora Post   ‎Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten...

‎Janji Bupati Dipertanyakan: Mutasi Mandek, Puluhan Sekolah Dibiarkan Tanpa Kepala Definitif  ‎  ‎

‎Janji Bupati Dipertanyakan: Mutasi Mandek, Puluhan Sekolah Dibiarkan Tanpa Kepala Definitif ‎ ‎

by tamborapost
16 April 2026
0

DOMPU — Janji Bupati Dompu, Bambang Firdaus, untuk menuntaskan mutasi kepala sekolah paling lambat Maret 2026 kini layak dipertanyakan. Pernyataan...

Next Post
Jelajah Alam dengan Moge, Empat Artis Ibukota Tembus Savana Doroncanga

Jelajah Alam dengan Moge, Empat Artis Ibukota Tembus Savana Doroncanga

Promosi Gratis Kelas Dunia, Saatnya Pemerintah Dompu Bertindak Nyata untuk Padang Savana Doroncanga

Promosi Gratis Kelas Dunia, Saatnya Pemerintah Dompu Bertindak Nyata untuk Padang Savana Doroncanga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang  ‎

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

18 April 2026
‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh  ‎

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

18 April 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • ‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎
  • ‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎
  • Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram
  • ‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi? ‎
  • ‎Janji Bupati Dipertanyakan: Mutasi Mandek, Puluhan Sekolah Dibiarkan Tanpa Kepala Definitif ‎ ‎
Mei 2025
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »
Mei 2025
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Mei 2025
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com