PERESMIAN – Bupati Dompu, Bambang Firdaus saat menandatangani prasasti, menandai peresmian fasilitas MOT di RSUD Manggelewa.
DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat, Rabu (29/10/2025), Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE meresmikan “Modular Operating Theatre” (MOT) atau ruang operasi modern di RSUD Manggelewa.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati. Disaksikan Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, jajaran pemerintah daerah, tenaga medis, camat, kepala desa dan tokoh masyarakat.
Usai peresmian, Bupati juga meninjau langsung fasilitas ruang operasi, ruang rawat inap serta menyapa pasien dan menyerahkan bantuan kepada mereka.
Bupati Bambang Firdaus menyampaikan rasa bangga atas peresmian fasilitas baru ini.“Saya bangga melihat RSUD Manggelewa terus berkembang. Ini bukti komitmen pemerintah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
RSUD Manggelewa memiliki posisi strategis karena berada di wilayah tengah Dompu. “Kalau RSUD Dompu menjadi ikon pengembangan layanan kota, maka RSUD Manggelewa adalah mimpi besar saya untuk dikembangkan sebagai pusat layanan kawasan tengah,” tegas Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan tanpa keluhan serta terus mengembangkan fasilitas seperti MOT. “Kesehatan berkaitan erat dengan kesejahteraan ekonomi. Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari perilaku hidup sehat. “Percuma punya jabatan tinggi, rumah mewah atau istri cantik, kalau kesehatan tidak terjaga. Karena itu, kami terus menggalakkan Gerakan Jumat Bersih agar lingkungan tetap sehat,” pesannya.
Bupati mengajak seluruh camat, kepala desa dan tokoh masyarakat untuk ikut mengampanyekan keberadaan ruang operasi modern ini.
“Semoga kehadiran MOT di RSUD Manggelewa membawa manfaat besar bagi masyarakat, mempercepat penanganan medis dan menjadi langkah nyata Dompu menuju pelayanan kesehatan yang lebih maju,” pungkasnya.
Direktur RSUD Manggelewa, dr. Hj. Laela Soraya sebelumnya, mengisahkan perjalanan panjang rumah sakit ini. Pembangunan dimulai tahun 2017, diresmikan 2018 dan mulai beroperasi penuh sejak 2019.
“Tahun 2023, status kami resmi naik kelas menjadi RSUD Manggelewa. Banyak syarat yang harus dipenuhi, mulai dari tenaga spesialis hingga sarana penunjang,” ungkapnya.
Saat itu, RSUD Manggelewa baru memiliki empat dokter spesialis utama, penyakit dalam, kandungan, bedah dan anak. Ditambah seorang spesialis paru yang diperbantukan. Meski terbatas, pihaknya berhasil meningkatkan jumlah kunjungan pasien yang berdampak langsung pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 100 persen.
“Sekarang kami memiliki sembilan dokter spesialis, enam di antaranya diperbantukan dari RSUD Dompu. Walaupun kunjungannya belum intens, namun pelayanannya terus kami tingkatkan,” jelas dr. Laela.
Tahun 2024, RSUD Manggelewa membuka layanan Poli Saraf yang langsung menjadi kunjungan terbanyak kedua. Tahun yang sama, rumah sakit ini juga menjalani proses akreditasi nasional.
Memasuki 2025, RSUD Manggelewa mulai berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Berbagai terobosan dilakukan, seperti membuka ruang perawatan VVIP, menghadirkan layanan radiologi dengan tenaga kontrak dari daerah tetangga, serta memperkuat pelayanan bedah melalui Modular Operating Theatre (MOT).
“Teknologi MOT kami hadirkan dengan peralatan canggih. Tujuannya agar proses operasi lebih aman, cepat dan minim risiko. Ini menjadi harapan besar kami untuk melayani masyarakat di tiga kecamatan, Manggelewa, Kempo dan Pekat. Bahkan hingga daerah tetangga seperti, Kecamatan Sanggar, Bima dan Tarano, Sumbawa” ujarnya.
Namun demikian, dr. Laela berharap dukungan berkelanjutan untuk pemenuhan sarana dan prasarana. “Saat ini ruang operasi baru satu, idealnya dua. Tahun depan kami rencanakan penambahan ruang operasi dan penguatan ruang rawat jalan serta IGD sesuai standar,” tambahnya.
Selain infrastruktur, pemenuhan tenaga spesialis juga terus diupayakan. Melalui program pemberdayaan Kemenkes, tahun ini RSUD Manggelewa berhasil mendapatkan tambahan satu dokter spesialis patologi klinik.
“Kami yakin, jika seluruh spesialis bisa bertugas secara continue disini, maka kunjungan pasien akan meningkat pesat dan pelayanan masyarakat akan lebih merata,” kata dr. Laela. (di/*)
![]()










