Penulis : Firmansyah, S.Psi., M.MKes, Konsultan Psikologi pada Lembaga Konsultasi dan Bimbingan Psikologi “Buah Hati” juga sebagai Koordinator Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Setda Dompu dan Anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Dompu.
Apakah buah hati kita sedang memiliki masalah yang pelik? Dihadapkan dengan pertanyaan seperti ini kadang orang tua sering salah tingkah dan bingung dibuatnya.
Banyak orang tua yang akhirnya kelabakan, setelah terjadi sesuatu hal yang tidak diharapkan pada buah hatinya baru diketahui kalau anak sedang memiliki problem yang pelik.
Sebelumnya orang tua hanya melihat kalau buah hatinya dalam kondisi yang baik-baik saja, tidak ada petunjuk yang menjelaskan mereka sedang memiliki masalah.
Hal yang membuat orang tua tidak curiga dengan buah hatinya disebabkan oleh situasi dan kondisi mereka dalam keadaan yang baik-baik saja dan tidak menunjukan gelagat sebagai orang yang sedang bermasalah.
Dalam aktivitasnya anak sering menyembuyikan problem yang dihadapinya dari orang tua dan pandai menunjukan dirinya seolah-olah tidak punya problem.
Anak yang sedang memiliki masalah akan berperilaku yang berbeda dengan anak yang normal salah satunya mereka senang menyendiri dan cenderung berinteraksi seperlunya.
Anak yang sedang bermasalah sering memperlihatkan diri sebagai anak yang mandiri karena mereka tidak ingin orang lain ikut larut dalam permasalahan yang dialaminya.
Anak yang sedang memiliki problem yang pelik tidak sembarangan untuk mencurahkan perasaannya mereka hanya berbicara kepada teman dekat atau orang yang dipercayainya.
Orang yang bukan merupakan teman terdekat tidak akan pernah tahu bagaimana situasi dan kondisi yang sebenarnya yang dihadapi anak.
Anak dengan masalah yang pelik hanya akan bercerita tentang perasaannya pada orang-orang yang benar-benar dekat dengannya.
Perubahan perilaku anak yang memiliki masalah pelik dapat terlihat dengan adanya perubahan drastis seperti tiba-tiba menjadi sosok pendiam atau pemarah padahal sebelumnya dia adalah anak yang baik dan bersemangat.
Beberapa Masalah Anak
Ada banyak masalah yang dihadapi anak dan sering membuat orang tua bingung menghadapinnya. Dikutip dari laman https:www.kpai.go.id menggambar permasalah yang sering dialami anak adalah sebagai berikut;
1. Obesitas
Obesitas terjadi jika asupan kalori yang masuk lebih besar dibanding yang keluar. Sebagian besar penyebabnya karena anak sering mengonsumsi makanan junk food, jarang beraktifitas fisik, lebih banyak bermain game di depan komputer atau menonton televisi.
2. Penyalahgunaan obat
Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkoba pada anak dan remaja biasanya berawal dari coba-coba yang ia dapatkan dari teman-temannya. Umumnya efek dari obat-obatan ini bisa membuat orang jadi tenang dan melupakan masalahnya meski hanya bersifat semu.
3. Merokok
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga ia cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru termasuk rokok. Padahal sebagian besar perokok dewasa akibat sudah memulai kebiasaan ini sejak dini.
4. Keamanan internet
Internet bisa membuat seseorang mendapatkan segala macam informasi dengan lebih mudah, termasuk anak-anak. Tapi keamanan internet yang lemah bisa membuat anak mendapatkan informasi yang salah.
5. Stres
Stres juga bisa dialami oleh anak-anak, biasanya disebabkan oleh tugas sekolah yang terlalu banyak, lingkungan sekolah yang membuat anak merasa tidak nyaman atau tertekan dan ketika anak-anak akan menghadapi ujian.
6. Bullying (perilaku kekerasan)
Bullying yang dialami oleh anak bisa berasal dari teman-teman sekolah, lingkungan atau keluarganya. Anak-anak korban bullying ini 14 kali lebih mungkin memiliki masalah perilaku dan emosional.
7. Kehamilan usia muda
Kehamilan di usia muda bisa menimbulkan risiko besar pada diri perempuan tersebut. Studi menemukan ia berisiko 4 kali lipat lebih tinggi mengalami luka parah dan kematian saat melahirkan.
8. Pelecehan dan penelantaran anak
Pelecehan baik secara seksual maupun fisik dan juga penelantaran akan menimbulkan trauma tersendiri bagi anak, kondisi ini bisa mempengaruhi perkembangan anak baik secara mental maupun fisik.
9. Penyalahgunaan alkohol
Meski alkohol tidak boleh dijual pada anak dibawah umur, tapi kenyataannya banyak anak-anak yang pernah mengonsumsi alkohol. Jika sejak kecil ia terbiasa minum alkohol maka hal ini akan memicu kecanduan berisiko bagi kesehatan.
10. Tidak punya waktu untuk olahraga
Banyak orangtua yang khawatir melihat perilaku anaknya yang lebih banyak nonton televisi atau main game di depan komputer, sehingga tidak memiliki waktu atau sulit diajak berolahraga.
Cara Mengatasi Anak Bermasalah
Orang tua menjadi sosok yang penting dalam menghantar anak untuk menguasai sesuatu hal dengan baik dan terarah berdasarkan tugas perkembangannya.
Bila anak memiliki problem orang tua juga menjadi sosok yang tidak bisa diabaikan, perang penting orang tua sebagai the other man yaitu sosok yang dekat dengan anak.
Ketika anak memiliki problem kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk menjadi teman dan sahabat anak untuk bisa keluar dari persoalan yang dihadapinya.
Ada banyak upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak bisa kekuar dari permasalahan pelik yang dihadapinya.
Dikutip dari laman https://amazzet.wordpress.com diperoleh gambaran ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua ketika anak menghadapi persoalan yang pelik. Adapun ketiga hal tersebut adalah;
1. Bersikap Tenang
Orang tua yang panik ketika anak anak memiliki persoalan pelik malah akan kebingungan tidak bisa menyelesaikan masalah yang terjadi pada anak dengan baik.
2. Berbuat Sepenuh Kasih dan Sayang
Hal yang paling penting di dalam mengatasi anak yang bermasalah adalah berbuat sepenuh kasih dan sayang.
Rasa kasih dan sayang ini hendaknya mendasari setiap langkah yang ditempuh orang tua dalam mengatasi anaknya yang bermasalah, bukan karena rasa malu, demi kehormatan keluarga, apalagi didorong oleh kemarahan.
3. Memahami Anak Sebagai Pribadi Berkembang
Memahami anak sebagai pribadi yang berkembang dimaksudkan setiap anak mempunyai tahapan dalam perkembangannya.
Dalam hal ini orang tua tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada anak untuk megikuti cara berpikir orang tua.
Bila orang tua harus memaksakan prinsipnya untuk dilakukan anak agar disesuaikan dengan tahapan tugas perkembangan anak.
Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua selaku orang tua terutama dalam mewujudkan hadirnya generasi emas bangsa dan daerah di tahun 2045. (*)
![]()










