Bumi Nggahi Rawi Pahu masih menyimpan potensi problem anak remaja dan butuh perhatian bersama semua pihak agar mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa dan daerah.
Potensi permasalahan anak remaja yang butuh perhatian bersama tersebut dengan merujuk pada pemberitaan salah satu media online edisi per tanggal 31 Desember 2022.
Dalam pemberitaannya menginformasikan adanya potensi problem dikalangan anak remaja yang perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak di Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Berbagai pihak yang tentunya diharapkan perannya terkait problem yang terjadi dikalangan anak remaja tersebut adalah orang tua, pendidik, masyarakat umum, pemerhati masalah anak remaja dan lainnya.
Hal yang perlu mendapat atensi secara serius adalah bagaimana mengurangi angka perceraian dan degradasi mental sehingga berdampak yang baik bagi tumbuhkembang anak remaja.
Diberitakan penyumbang terbesar (penyebab utama) terjadinya tindak kejahatan, terlebih yang melibatkan anak-anak – terutama anak putus sekolah, antara lain disebabkan tingginya angka perceraian (broken home) dan degradasi mental.
Informasi dari pemberitaan tersebut hendaknya menjadi bahan pelajaran bagi kita semua guna memberikan daya dukung yang baik bagi tumbuhkembang anak remaja.
Anak remaja adalah generasi penerus bagi bangsa dan daerah, dipundak mereka kejayaan bangsa dan daerah dipertaruhkan.
Bila mereka tumbuhkembang dengan baik tentunya mereka akan dapat memberikan sumbagsih pikiran, tenaga dan waktunya untuk kemajuan bangsa dan daerah.
Sebaliknya bila mereka dalam tumbuhkembangnya tidak maksimal, banyak hambatan dan ganguan yang membuat mereka menjadi generasi yang lemah bahkan meresahkan.
Kriminalitas dikalangan anak remaja hadir karena dalam proses tumbuh dan kembangnya mereka tidak difasilitasi secara memaaai oleh lingkungannya.
Perceraian dan degradasi mental menjadi persoalan yang harus dapat dicegah secara dini karena bila terjadi dapat menjadi pemicu munculnya perilaku kriminalitas dikalangan anak remaja.
Cegah Perceraian dan Broken Home
A. Perceraian
Ada banyak dampak bagi anak remaja bila terjadi perceraian orang tua. Hendaknya perceraian dapat dicegah secara dini dengan memperkuat ketahanan keluarga.
Dari laman https://www.orami.co.id yang dikutip Rabu (04/01/22) dijelaskan dampak dari perceraian orang tua terhadap anak remaja adalah sebagai berikut;
1. Prestasi Akademik Menurun
Sebuah penelitian ilmiah Lowa State University menunjukkan bahwa, usia anak saat menghadapi masa perceraian orang tua ternyata memberikan pengaruh berbeda pada pencapaian akademisnya.
2. Kehilangan Keinginan untuk Berinteraksi Sosial
Dampak negatif perceraian pada anak juga dapat memengaruhi hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitarnya.
3. Anak akan Merasa Bersalah
Dampak negatif perceraian pada anak selanjutnya adalah anak akan selalu merasa bersalah selama hidupnya.
4. Mudah Terpengaruh Hal Negatif
Dampak negatif perceraian pada anak juga menyebabkan Si Kecil yang beranjak remaja mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk yang ditemuinya dalam pergaulan. Hal-hal buruk tersebut eperti merokok, minum alkohol, dan narkoba.
5. Menjadi Lebih Posesif
Dampak negatif perceraian pada anak terhadap anak akan membawa mereka lebih posesif dalam lingkungan pertemanan atau percintaan.
6. Sulit Percaya dengan Orang Lain
Melansir International E-journal of Advances in Social Sciences menunjukkan anak broken home akan sulit percaya dengan orang lain dan akan selalu merasa bahwa ia sedang dibohongi.
7. Membuat Anak Stres
Dampak negatif perceraian pada anak, tanpa disadari anak akan merasa bahwa dia adalah penyebab orang tuanya bercerai dan mereka juga merasakan tanggung jawab untuk membuat orang tuanya kembali lagi. Hal inilah yang membuat anak stres.
8. Mengalami Kesedihan Akut
Jika anak sudah cukup dewasa untuk memahami apa arti perceraian, dampak negatif perceraian pada anak, mereka akan merasakan kesedihan yang akut, setelah mengetahui bahwa orang tua mereka tidak lagi bersama.
9. Perubahan Suasana Hati yang Parah
Dampak negatif perceraian pada anak, Si Kecil tidak lagi merasakan kehangatan dan kebahagiaan. Karenanya, perubahan suasana hati cenderung dialami oleh anak.
10. Kehilangan Fokus dalam Beraktivitas
Karena anak lebih bergantung pada orang tuanya, dampak negatif perceraian pada anak membuat mereka mudah kehilangan fokus untuk melakukan kegiatan apapun.
11. Menimbulkan Masalah Perilaku
Anak mungkin akan menjadi pribadi yang emosional, antisosial, mudah kehilangan kesabaran, dan memiliki perilaku menyerang sebagai dampak negatif perceraian pada anak. Ini juga menjadi dampak perceraian orang tua.
12. Depresi
Depresi tidak mengenal usia. Bahkan anak-anak kecil bisa merasakan depresi saat mereka merasa sangat sedih atas dampak negatif perceraian pada anak.
B. Broken Home
Broken home adalah suatu istilah yang menggambarkan keluarga dengan keadaan yang tidak harmonis.
Istilah broken home merupakan bahasa Inggris jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki padanan keluarga tidak utuh.
Guna memberikan daya dukung yang baik bagi tumbuh dan kembang anak remaja adalah dengan mencegah terjadinya broken home.
Broken home berdampak negatif bagi tumbuh dan kembang anak remaja. Dari laman https://katada.co.id yang dikutip Rabu (04/01/22) broken home memberikan dampak sebagai berikut;
Anak-anak rentang mengalami stress dan depresi, membuat anak tidak memiliki motivasi untuk belajar. Anak sering bolos sekolah hingga membuat keributan.
Keluarga broken home rentan mengalami masalah keuangan yang berdampak pada aktivitas anak, kepribadian anak akan terganggu.
Anak remaja btoken home rentan berperilaku nakal, melakukan hal buruk, hingga konsumsi obat-obatan terlarang.
Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua terutama dalam mencegah munculnya perilaku kriminal dikalangan anak remaja dan mendorong mereka tumbuh dan kembang secara maksimal sesuai dengan tahapan tugas perkembangannya.
Penulis Firmansyah, S.Psi., M.MKes, Konsultan Psikologi pada Lembaga Konsultasi dan Bimbingan Psikologi “Buah Hati” juga sebagai Koordinator Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Setda Dompu dan Anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Dompu.
![]()










