DOMPU—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim penghujan seperti saat ini.
“Saya minta masyarakat di Kabupaten Dompu mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), kita harus tetap menjaga kebersihan agar terhindar dari demam berdarah, “ kata Kabid P2PL Dikes Dompu, Hj. Maria Ulfa, S.ST, M,Kes.
Sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah tersebut, dengan menggandeng petugas Puskesmas dan kader desa, Dinkes gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait promosi kesehatan bagi masyarakat. Yakni mensosialisasikan gerakan 3M, menutup, mengubur, dan menguras air di bak mandi secara teratur.
“Kami gencar melakukan sosialisasi maupun program, salah satunya melakukan promosi seksi kesehatan kepada masyarakat, kami juga terus monitoring tempat-tempat yang rawan DBD, dan apabila ada gejala penyakit kita akan tangani segera, karena kami sudah mensiagakan tenaga kesehatan,” tegasnya.
Selain melakukan sosialisasi, Dinkes juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan penyemprotan dibeberapa titik yang terindikasi terjadi DBD. ”Kami sudah melakukan penyemprotan juga dibeberapa titik,” imbuhnya.
Penyakit demam berdarah disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua nyamuk itu menggigit pada pagi hari sampai sore menjelang petang. Adapun gejala umum timbul empat hingga tujuh hari sejak gigitan nyamuk dan dapat berlangsung selama 10 hari.
“Beberapa gejala demam berdarah yakni demam tinggi mencapai 40 derajat celsius, nyeri kepala berat, nyeri pada sendi, otot, dan tulang. Kemudian nyeri pada bagian belakang mata, nafsu makan menurun, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam kemerahan sekitar dua hingga lima hari setelah demam. Selain itu, kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening dan pendarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit,” pungkasnya.
Hingga saat ini diakuinya, Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Dompu, Provinsi NTB menurun di tahun 2022 dengan jumlah 253 kasus. Berbeda di tahun 2021 angka kasus DBD mencapai 396 kasus.
Kata dia, meski angka kasus DBD menurun di tahun 2022, namun sempat terjadi lonjakan kasus di minggu ketiga dan empat Bulan Desember.
Dua Kecamatan di Kabupaten Dompu yang mengalami lonjakan kasus di minggu ketiga dan empat Bulan Desember 2022 itu terjadi di Kecamatan Dompu dan Kilo.
Dimana di Kecamatan Dompu ada 28 kasus DBD, lonjakan kasus terjadi di Kelurahan Dorotangga sebanyak 20 kasus, Kelurahan Karijawa dan Kelurahan Bali Satu 8 kasus. Sementara di kecamatan Kilo lonjakan kasus DBD mencapai 25 kasus. (di/adv)
![]()









