DOMPU– Pagi itu, suasana di loket pembayaran RSUD Dompu tampak sedikit berbeda dari biasanya. Di antara antrean pasien yang menunggu giliran, seorang ibu muda tersenyum lega setelah petugas membantu menyelesaikan pembayarannya hanya dengan memindai kode di layar ponsel. Tanpa uang tunai, tanpa hitung kembalian. Sekejap, transaksi selesai.
Momen sederhana itu menjadi tonggak sejarah kecil bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. Rabu (15/10/2025), rumah sakit kebanggaan masyarakat Dompu itu resmi meluncurkan sistem pembayaran digital menggunakan barcode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris yang mewakili Direktur RSUD Dompu bersama Bendahara rumah sakit. Pasien pertama yang menggunakan QRIS menjadi saksi bahwa layanan publik kini mulai bertransformasi menuju era digital.
“Transaksi dengan barcode QRIS ini berlaku untuk semua layanan. Mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD),” ujar Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan.
Bagi direktur, kehadiran QRIS bukan sekadar inovasi pembayaran, melainkan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan dan transparansi keuangan. Digitalisasi, katanya, adalah jembatan menuju pelayanan publik yang lebih cepat, akuntabel, dan berkeadilan.
Langkah ini juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mendorong setiap instansi untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan yang efisien dan terbuka. Sementara Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 memperkuat arah kebijakan menuju percepatan transformasi digital di seluruh sektor pemerintahan, termasuk bidang kesehatan.
“Semoga tercapai tujuan kita dalam melayani masyarakat sepenuh hati. Digitalisasi ini diharapkan memberi manfaat nyata, lebih mudah diakses, transparan, akuntabel, efisien dan praktis,” harapnya.
Melalui QRIS, pasien cukup memindai barcode yang tersedia di loket menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital. Proses pembayaran otomatis tercatat di sistem keuangan RSUD Dompu tanpa perlu antre panjang atau menghitung uang kembalian.
Namun, pihak rumah sakit memahami bahwa tidak semua masyarakat sudah akrab dengan teknologi. Karena itu, pembayaran manual masih dibuka sementara untuk memberi waktu adaptasi bagi pasien yang belum memiliki aplikasi M-Banking.
Bagi sebagian orang, perubahan ini mungkin terasa kecil. Tapi bagi RSUD Dompu, inilah langkah besar menuju sistem pelayanan yang modern dan berintegritas.
Transformasi digital ini diharapkan menjadi pintu masuk menuju digitalisasi yang lebih luas. Dari manajemen pasien, rekam medis elektronik, hingga integrasi data pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
Kini rumah sakit daerah tak lagi identik dengan antrean panjang dan proses rumit. RSUD Dompu sedang berubah. Pelan, tapi pasti menuju pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan sejalan dengan semangat zaman digital.
Salah seorang keluarga pasien, Siti Rahma (34), warga Kelurahan Karijawa, yang dimintai komentarnya, mengapresiasi digitalisasi keuangan di RSUD Dompu.
“Ini memberikan kemudahan bagi kami. Caranya gampang sekali. Cukup scan barcode, masukkan nominal, lalu selesai. Nggak perlu antre lama atau cari uang pas,” tutur Rahma sambil tersenyum.
Ia mengaku merasa lebih nyaman dengan sistem baru itu karena tidak perlu membawa uang tunai. “Kadang kita buru-buru, lupa ambil uang di ATM. Dengan cara ini, tinggal buka HP, langsung bisa bayar. Terimakasih kami sampaikan untuk perubahan ini,” ujarnya. (di/*)
![]()










