• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‎Kisah di Balik Pemecatan Honorer, Habis Manis Dibuang, Dikeluarkan dari Grup WA ‎

Tambora Post by Tambora Post
9 Januari 2026
in HEADLINE
0
‎Kisah di Balik Pemecatan Honorer, Habis Manis Dibuang, Dikeluarkan dari Grup WA  ‎
Ilustrasi honorer dipecat 

 

‎Laporan : Saudi – Dompu ‎

RELATED POSTS

DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA

PAGI ITU, suara lonceng sekolah tetap berbunyi seperti biasa. Anak-anak berlarian masuk ke kelas. Sebagian menggenggam buku tulis lusuh.

‎Sebagian lain menenteng tas yang mulai pudar warnanya. Namun bagi Nuraini, pagi itu terasa berbeda, lebih sunyi, lebih dingin, dan lebih menyakitkan.‎

‎Hampir bertahun-tahun Nuraini mengabdikan dirinya sebagai tenaga honorer di sebuah sekolah dasar negeri di Dompu.

‎Ia bukan guru berstatus ASN. Bukan pula pegawai dengan gaji tetap. Tapi setiap hari, ia datang lebih pagi dari yang lain.  Membuka ruang kelas. Membersihkan papan tulis. Membantu guru mengatur administrasi. Bahkan sering menggantikan mengajar ketika guru berhalangan.‎

‎Upah yang diterima tak seberapa. Ia terima setiap pencairan dana BOS, satu kali dalam tiga bulan. Namun ia tak pernah banyak mengeluh. Baginya, sekolah adalah rumah kedua, dan murid-murid adalah alasan ia bertahan.‎

‎“Yang penting bisa makan dan anak-anak tetap sekolah,” begitu kalimat yang sering ia ucapkan pada rekan sesama honorer.

‎Namun pengabdian panjang itu seolah tak berarti apa-apa ketika keputusan bupati turun. Kontrak ribuan tenaga honorer di Kabupaten Dompu sebanyak 2.920 orang tidak diperpanjang. Mereka dinyatakan tidak terdaftar dalam database BKN.‎

‎Tak ada panggilan resmi. Tak ada penjelasan panjang. Hanya sebuah pesan singkat di grup WhatsApp sekolah.‎

‎“Terhitung mulai bulan ini, honorer yang tidak terdaftar BKN tidak lagi bertugas.”‎

‎Beberapa menit setelah pesan itu terkirim, namanya  menghilang dari grup WhatsApp sekolah. Tanpa pamit. Tanpa ucapan terima kasih.

‎Siang hari, sebelum jam pulang, ia membereskan barang-barang pribadinya. Sepasang sandal jepit yang selalu disimpan di sudut ruang guru, botol minum, dan map plastik berisi berkas lama. ‎

‎Ia berdiri lama di depan kelas yang biasa ia bersihkan setiap pagi. Seorang murid menghampiri. “Bu, besok masih datang, kan?”‎

‎Ia memeluk seorang murid tersebut. Dan tersenyum dengan paksa. Seolah sedang menyembunyikan sebuah luka. Tetapi matanya basah. Ia mengangguk pelan, meski tahu, besok ia tak lagi punya hak untuk datang.‎

‎Di rumah kontrakannya yang sempit, Nuraini harus menjelaskan pada anaknya tidak banyak minta uang jajan. Pada suaminya, ia hanya berkata singkat, “Saya sudah tidak dipakai lagi.”

‎Masalah utama bukan sekadar pemutusan kontrak. Tapi cara negara dan pemerintah daerah mengakhiri pengabdian ribuan orang tanpa transisi yang manusiawi.‎

‎Tak ada pendampingan. Tak ada skema alternatif. Bahkan sekadar ucapan terima kasih pun nihil.

‎‎“Kalau memang kami harus pergi, panggil kami baik-baik. Jelaskan. Jangan hapus kami dari grup WA seperti spam,” katanya.

‎Kini, Nuraini kembali menjadi ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap. Ia masih sering melewati sekolah itu. Mendengar lonceng berbunyi. Melihat murid-murid yang dulu memanggilnya “Bu”.‎

‎“Yang paling berat bukan soal uang. Tapi perasaan tidak dianggap, setelah bertahun-tahun setia,” ucapnya. ‎

‎Di balik angka 2.920 honorer, ada ribuan cerita serupa. Tentang pengabdian yang tak pernah masuk database. Tentang kerja yang tak tercatat sistem. Tentang manusia yang kalah oleh kolom administrasi.

‎Sekolah-sekolah tetap berjalan. Pemerintahan tetap beroperasi. Bagi pemerintah, ini mungkin soal regulasi dan administrasi. Tapi bagi Nuraini dan ribuan honorer lain, ini adalah akhir dari pengabdian panjang yang tak pernah benar-benar diakui.‎

‎Mereka pernah dibutuhkan saat tenaga kurang. Dipanggil ketika sekolah kekurangan tangan. Tapi kini, setelah bertahun-tahun setia, mereka pergi dengan satu kalimat dingin. Kontrak tidak dilanjutkan.

‎‎Habis manis, dibuang. Bahkan sekadar tinggal di grup WhatsApp pun tidak lagi diperbolehkan. (*)

‎

‎

‎

‎

Loading

Tags: Dikeluarkan dari Grup WA ‎Habis Manis DibuangHonorer Dompu‎KisahNtbPemecatan Honorer

Related Posts

DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

by tamborapost
8 Agustus 2026
0

DOMPU —Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Dompu menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 kepada Ketua...

Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA

Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA

by tamborapost
8 Agustus 2026
0

MATARAM - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram memvonis bebas tiga terdakwa, dalam kasus dugaan gratifikasi...

Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik

Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik

by tamborapost
8 Agustus 2026
0

MATARAM–Pernyataan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Syamsul Fikri yang menyebut permohonan audit investigatif dana Belanja Tidak Terduga Pemprov NTB senilai Rp...

Tak Lagi Repot ke Kantor Imigrasi, THU Jemput Bola Urus Paspor Jamaah hingga ke Desa

Tak Lagi Repot ke Kantor Imigrasi, THU Jemput Bola Urus Paspor Jamaah hingga ke Desa

by tamborapost
8 Agustus 2026
0

BIMA – Upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah umrah terus dilakukan PT Taufik Haji dan Umroh (THU). Terbaru, THU menggandeng...

Kuasa Hukum: Putusan Bebas Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Tegaskan Keadilan Berdasarkan Fakta Persidangan

Kuasa Hukum: Putusan Bebas Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Tegaskan Keadilan Berdasarkan Fakta Persidangan

by tamborapost
6 Agustus 2026
0

MATARAM - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Mataram resmi memutus bebas tiga terdakwa dalam kasus dugaan gratifikasi...

Next Post
‎Bupati Dompu Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Hu’u  ‎

‎Bupati Dompu Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Hu’u ‎

‎Buka STQ Desa Daha, Bupati Dompu Ingatkan Warga Jaga dan Pelihara Lingkungan Alam

‎Buka STQ Desa Daha, Bupati Dompu Ingatkan Warga Jaga dan Pelihara Lingkungan Alam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Pergeseran Dana BTT Rp484 Miliar Disorot, DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN

Pergeseran Dana BTT Rp484 Miliar Disorot, DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN

11 Agustus 2026
DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

8 Agustus 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • Pergeseran Dana BTT Rp484 Miliar Disorot, DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN
  • DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia
  • Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA
  • Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik
  • Tak Lagi Repot ke Kantor Imigrasi, THU Jemput Bola Urus Paspor Jamaah hingga ke Desa
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des   Feb »
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des   Feb »

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des   Feb »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com