DOMPU—Dipenghujung tahun 2020 ini kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Dompu akan mengalami peningkatan dari biasanya.
Kondisi ini disebabkan karena adanya empat agenda besar yang akan berpengaruh terhadap kebutuhan BBM. Yakni, Pilkada Dompu, libur natal dan tahun baru serta pemanfaatan oleh petani pada saat musim tanam serentak.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat, bertolak belakang dengan pasokan BBM bersubsidi dari Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang semakin menipis.
Hal tersebut diakui, pengelola SPBU Kandai II Dompu, H. Yuhasmin Ismail, M.Si saat menggelar rapat bersama pemerintah daerah Kabupaten Dompu dan pihak PT. Pertamina di ruang rapat Sekda Dompu, Selasa (24/11).
“Hingga akhir tahun ini kami hanya memiliki sisa jatah sekitar 26.000 liter BBM bersubdi. Kita berharap dukungan pemerintah untuk mengupayakan penambahan jatah pada BPH Migas mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat,” harapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, Drs. H. Muhibuddin, MSi yang ditemui di ruang kerjanya usia menggelar rapat mengakui kondisi tersebut. Pihaknya, akan berupaya melakukan pendekatan dengan BPH Migas agar dapat menambah pasokan. “Kebutuhan BBM kita memang mengalami peningkatan karena adanya empat event besar. Saat ini, kami sedang melakukan upaya pengendalian supaya kuota BBM yang ada saat ini bisa mencukupi hingga akhir tahun,” ungkapnya.
Sementara itu, dari pihak Pertamina, Raden Tri Wahyu Atmojo Selaku Sales Branch Manager Rayon II NTB mengaku, pihaknya hanya bisa memasok BBM bersubsidi sesuai dengan kuota yang diberikan oleh BPH Migas. “Berapa yang diberikan pihak BPH Migas itulah yang kami pasok. Saat ini tidak ada pengurangan pasokan hanya pengendalian saja,” pungkasnya. (di)
![]()










