DOMPU—PT. PAS Indonesia Timur (PASINDO) yang merupakan salah satu perusahaan lokal terkemuka di Kabupaten Dompu mulai memperlebar jaringan usahanya.
Sukses sebagai sub kontraktor perusahaan pertambangan emas dan tembaga, PT. PASINDO akan kembali membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kompak 1 harga di Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
“Alhamdulillah, saat ini kami sedang mempersiapkan izin operasional pembangunan SPBU,” ungkap Direktur PT. PASINDO, Muhammad Angga Saputra pada Tamborapost.com, Jum’at (27/11).
Sejumlah persyarakat administrasi telah disiapkan untuk kebutuhan pengajuan kepada pihak PT. Pertamina dan BPH Migas. Tidak hanya itu, PT. PASINDO juga telah membebaskan lahan seluas 35 are untuk lokasi pembangunan. “Lahan sudah kita siapkan. Saat ini dalam proses pemagaran,” katanya.
Dengan adanya SPBU ini, selain akan mendekatkan pelayanan, diharapkan juga akan memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Hu,u untuk memperoleh BBM satu harga. “Selama ini butuh waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM satu harga di Kota Dompu. Dengan adanya SPBU ini pelayanan akan semakin dekat,” ungkapnya.
Pembangunan SPBU itu, mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Salah satunya, Zainuddin (Bos Jay Adu). Dia mengapresiasi kehadiran SPBU kompak satu harga di Desa Marada.
“PT. Pasindo harus kita dukung untuk berinvestasi di wilayah Hu’u. Karena kami tahu perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan pribumi yang sangat professional dan benar-benar memperhatikan pembangunan di wilayah Kecamatan Hu’u,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, dia juga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten Dompu untuk bersama-sama masyarakat memberikan dukungan terhadap rencana perusahaan lokal tersebut.
“Perusahaan lokal harus kita dukung. Karena kontribusi mereka nyata. Mereka sangat peduli dengan kemajuan masyarakat dan daerahnya. Baik melalui menyaluran CSR maupun kegiatan lainnya,” ujar Zainuddin.
Hal senada juga disampaikan, mantan Kepala Desa Daha, Nurdin. Keberadaan perusahaan lokal harus didukung. Sebab, mereka sangat paham dengan situasi dan kondisi wilayah setempat.
“Kalau suatu saat ada permasalahan. Maka kami juga siap pasang badan untuk menjamin keamanan sebuah investasi. Oleh karenanya, perusahaan lokal harus diperioritaskan untuk memperoleh rekomendasi pembangunan SPBU dari bapak Bupati Dompu,” katanya.
Jika izin pembangunan sarana SPBU di wilayah Kecamatan Hu,u diserahkan kepada pihak luar, Nurdin merasa yakin akan terjadi disintegrasi di wilayah tersebut. “Kami tidak bisa menjamin kenyamanan Investasi itu,” ungkapnya.
Sementara itu, dukungan yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Hu,u lainnya. Pua Janto. Menurutnya, keberadaan perusahaan lokal harus dimanfaatkan untuk bersama-sama pemerintah dalam membangun daerah. “Kita berharap kepada pemerintah untuk tidak mengabaikan perusahaan yang lahir dari lokalitas Dompu. Karena mereka tidak hanya mementingkan sisi bisnis, namun juga kesejahteraan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (di)
![]()










