DOMPU– Peran vendor atau kontraktor dalam kegiatan Perkebunan Tebu PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) sangat berpengaruh. Vendor jadi tulang punggung penyedia pekerja dan peralatan selama di lahan. Begitu strategisnya, sehingga proses pembiayaannya dipercepat demi kelancaran operasional.
Gambaran peningkatan produktifitas panen itu terlihat pada grafik tahun 2019 dan 2020 terkait pengelolaan tebu di lahan Hak Guna Usaha (HGU).
Tahun 2019, luasan tebu yang dipanen awalnya hanya 96.23 Ha dengan total tonase 1.202.57 ton. Pada masa panen pertengahan 2020 lalu, Tebu yang dipanen 273.01 Ha dengan tonase mencapai 5.690.85 ton.
“Tentu saja peningkatan produktifitas PT. SMS ini didapat dari bantuan pihak-pihak kontraktor yang berperan aktif dari proses pembukaan dan persiapan lahan, penanaman, perawatan, serta pemanenan,” kata HGU Department Head, Azis Hamdi.
Berkat kualitas dan konsistensi kerja para vendor, membuktikan bahwa perkebunan tebu PT. SMS dari tahun ke tahun semakin membaik.
Selain melibatkan kontraktor lokal, terdapat misi mensejahterakan masyarakat, khususnya lokal NTB. Karena dalam setiap item pekerjaan seperti tanam, perawatan sampai panen, butuh ratusan tenaga kerja. Bahkan untuk panen saja, hingga 2000 orang.
Teknis pekerjaan di lahan biasanya dibagi berdasarkan kelompok. Per kelompok rata rata 10 orang, sehingga dalam satu item pekerjaan saja bisa mencapai 10 dan 20 kelompok.
Produktifitas vendor tidak lepas dari kecepatan administrasi pembayaran dari manajemen PT. SMS. Meski berlapis lapis dengan administrasi ketat, manajemen berusaha memangkas waktu demi efisiensi.
Manfaat sebagai vendor lokal itu dirasakan langsung Syafarudin atau akrab disapa Sapar.
Disebut Sapar, dari kegiatan support yang dilakukan, ia memetik hasil berupa pembayaran dari manajemen sebesar Rp 30 juta.
Selain untuk menambah pundi penghasilan, Sapar mengaku dapat menebar manfaat kepada warga khususnya pemuda lokal untuk bekerja.
“Hal ini didukung pembayaran yang sudah cepat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Serta berkat PT. SMS, pemuda- pemuda desa sudah bisa menghasilkan uang sendiri” ungkap Syafarudin.
Saat ini Sapar mengaku menggarap pekerjaan untuk perawatan Tebu di lahan HGU. Ia menggunakan dua kelompok untuk kegiatan tersebut.
Untuk diketahui, jumlah kontraktor yang bekerjasama dengan PT. SMS, khususnya Departemen HGU mencapai 50 perusahaan, terbagi untuk kegiatan manual dan mekanis atau menggunakan alat berat dan alat mekanis lainnya. (di)
![]()










