TINGKAT kesejahteraan guru honorer yang jauh dari cukup membuat mereka harus putar otak mencari pendapatan tambahan supaya dapur tetap ngebul. Apalagi ditengah ekonomi negara yang merosot akibat hantam pandemi Covid-19. Salah satunya bekerja sambilan.
Hal inilah yang dilakukan, Haeruddin salah seorang guru honor yang mengabdi di SDN 20 Dompu. Ketika keadaan ekonomi kian sulit di saat pandemi Covid-19, pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah mengabdi belasan tahun ini bukan malah menyerah dengan keadaan. Ia justru menjalani pekerjaan sambilan sebagai juru parkir di pasar induk Dompu.
Seusai mengajar Haeruddin menjalani profesi sebagai tukang parkir. Meski pendapatan tidak seberapa. Namun cukup untuk menambah biaya hidup. “Pendapatan tidak banyak, tapi lumayan sebagai penyambung hidup,” ungkap Haeruddin.
Tekanan ekonomi yang kini dirasa sangat berat memaksanya menjalankan pekerjaan lain diluar mengajar. Karena Haeruddin harus menanggu biaya hidup keluarga. Sementara pendapatan dari gaji sebagai guru honorer tidak bisa dijadikan andalan utama.
Untuk memperoleh uang dengan profesi sampingan ini tidak membuat Haeruddin malu. Dia justru membuang jauh-jauh rasa gensinya.
“Saya tidak malu mas, karena yang paling penting saya bisa dapat uang halal untuk mempertahankan supaya dapur tetap ngebul,” katanya.
Haeruddin merupakan seorang guru yang berdedikasi tinggi, ramah, rajin dan kreatif. Berbagai prestasi dan penghargaan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi diperoleh. Khususnya dalam memainkan musim drum band dalam berbagai kegiatan resmi. Sehingga, atas kemampuannya itu diapun sering dipercaya menjadi pelatih drum band di sejumlah sekolah di Dompu.
Namun prestasi dan dedikasi itu tidaklah cukup menarik perhatian pemerintah daerah setempat dalam memberikan perhatian lebih kepadanya. Sebab, selembar SK sebagai guru bantu daerah saja belum diperolehnya.
Harusnya, pengabdian seorang guru honor hendaknya diapresiasi karena mereka rela membaktikan hidupnya meski penghasilan yang diterima tidaklah besar.
“Kami tidak pernah henti-henti berharap kepada pemerintah untuk tetap memperhatikan nasib honorer,” harapnya. (di)
![]()










