DOMPU-Kerja keras dan inovatif dalam mencetuskan sejumlah kebijakan yang pro terhadap kepentingan rakyat, mengangkat Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam tangga kesuksesan.
Kini, Dorokobo yang dipimpin Taufik. Seorang kades muda yang masih energik ini menjadi desa contoh. Desa terbaik dalam hal penanganan stunting. Atau penanganan kekurangan asupan gizi waktu lama, sehingga mengakibatkan ganguan pertumbuhan pada anak.
Keberhasil Desa Dorokobo tidak hanya mendapat pengakuan dari pemerintah Kabupaten Dompu dan Provinsi NTB. Namun, telah diakui pula pemerintah pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes).
“Dalam waktu dekat tim dari pemerintah pusat akan turun melihat dari dekat penanganan stunting di Desa Dorokobo,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juwita Kastiati, SKM, M.Mkes.
Hj. Iris mengharapkan kepada sejumlah desa lain agar menjadikan pola penanganan stunting di Dorokobo sebagai contoh. “Desa harus serius menangani stunting,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan rembuk stunting di Aula Pendopo, Kamis (25/3).
Atas keberhasil itu, Kepala Desa Dorokobo didaulat menjadi narasumber dalam acara rembuk stunting tingkat kabupaten. Dalam kegiatan yang ddibuka oleh Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MM, Opick sapaan akrabnya berkesempatan membagi cerita sukses dalam hal penanganan stunting dihadapan Kepala Bappeda dan Litbang Dompu, Camat dan 13 Kepala Desa. (di)
![]()










