Fungsional Perencana Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Awaluddin S.Pt, mengatakan optimalisasi pemanfaatan pakan hasil sisa pertanian dan perkebunan. Sistem pemeliharan ternak yang dilakukan oleh peternak masih sebagai usaha sambilan, maka kondisi menyebabkan perhatian petani ternak terhadap ternak sapi sangat kurang.
Khususnya dalam pemberian dan penyediaan pakan pada ternak, karena system pemeliharaannya adalah dengan cara dilepas sehingga ternak mencari sendiri makanannya. Ketersediaan pakan hijauan ternak pada musim hujan, baik pada daerah padang pengembalaan maupun pada daerah pertanian sangat melimpah, sementara pada musim kemarau ketersediaan pakan relative berkurang.
“Untuk mengatasi hal ini maka kondisi ini perlu adanya campur tangan dari peternak itu sendiri, yaitu dengan menyediakan pakan sebagai antisipasi kekurangan pakan ternak sapi pada musim kemarau dengan memanfaat limbah pertanian dan perkebunan yang setiap tahunnya cukup melimpah,” ujarnya.
Sementara pada daerah pertanian, dimana diketahui limbah pertanian sebagai salah satu sumber pakan ternak belum dimanfaatkan secara maksimal. Jumlah limbah pertanian yang dihasilkan setiap tahun adalah sebanyak 704.230 ton/ha/thn dan baru dimanfaatkan sebagai pakan adalah sebanyak 349.466 ton/ha/th. “Upaya yang dilakukan adalah adanya integrasi antara system beternak Sapi dengan usahatani, dimana hasil sisa atau limbah pertanian dan perkebunan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi, serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peternak dalam pengolahan dan pengawetan bahan pakan untuk disimpan sebagai bahan pakan cadangan dimusim kemarau.
Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, akses teknologi dan akses pasar serta permodalan. Usaha pengembangan ternak sapi di kabupaten dompu masih dalam skala kecil dan hanya sebagai usaha sambilan sementara usaha pokoknya adalah usahatani. Disamping itu juga Usaha ternaknya masih dilakukan secara individu, kondisi inilah yang menyebabkan akses terhadap permodalan, pengetahuan dan ketrampilan serta akses teknologi dan akses pasar sangat rendah tidak efisien dan efektif. “Maka upaya yang dilakukan adalah upaya pembentukan kelembagaan kelompok ternak yang kuat dengan berorientasi pada pengembangan usaha ekonomi, berdaya saing dan berkelanjutan,” tandasnya
Pemeliharaan ternak Sapi yang dilakukan bukan menjadi usaha pokok tetapi mempunyai arti penting bagi petani, sebagai tabungan yang sewaktu-waktu dapat dijual bila membutuhkan uang yang jumlahnya cukup besar untuk keluarga petani, masih dilakukan secara individu dan skala kecil, maka kedepannya perlu ditingkat melalui pemeliharaan system ekstensifikasi dan intensifikasi.
“Optimalisasi pemanfaatan pakan ternak dari hasil sisa tanaman pertanian dan perkebunan melalui integrasi pemeliharaan ternak sapi dan usaha pertaniani,” ujarnya.
Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, akses teknologi dan akses pasar serta akses permodalan lebih efektif dan efisien terhadap peternakanmelalui Penguatan kelembagaan peternak perlu dioptimalkan untuk mewujudkan pembangunan peternakan yang tangguh, berkelanjutan dan berdaya saing. (adv)
![]()










