DOMPU—Petani jagung di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat memasuki panen. Persoalan harga menjadi pokok pembahasan utama bagi para petani.
Saat ini, harga jagung mencapai Rp. 4,000 perkilogram dengan Kadar Air (KA) 17 persen. Harga ini diharapkan tetap bertahan hingga puncak panen sekitar bulan April 2021 mendatang.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP mengaku, terus memantau perkembangan harga jagung. “Alhamdullilah, harga saat ini capai Rp. 4 ribu,” ungkapnya pada Tamborapost.com di kantornya, Selasa (23/3).
Dia mengaku, beberapa waktu lalu, bersama Bupati Dompu, Kader Jaelani dan Kepala Dinas Perdagangan telah melakukan kunjungan ke sejumlah gudang jagung.
Selain memantau perkembangan harga, juga memastikan kesiapan dan kemurnian alat timbang maupun alat pengukur kadar air. Sehingga, petani tidak dirugikan ketika kedua alat tersebut tidak berfungsi dengan baik. “Kita berharap harga ini terus naik. Minimal bisa bertahan di angka Rp. 4 ribu,” harapnya,
Dia meminta kepada para petani sebelum menjual jagung untuk memperhatikan kadar air. Tidak terburu-buru. Sabar untuk menjemur. “Sebaiknya jangan menjual jagung basah. Karingkan dulu sampai kadar 17 baru kita bisa dapatkan harga maksimal,” harapnya. (di)
![]()










