• Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi
Senin, 21 September 2026
  • Login
Tamborapost.com
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Optimalisasi Potensi Pengembangan Ternak Sapi di Dompu…(4)

Tambora Post by Tambora Post
4 November 2024
in HEADLINE
0
Optimalisasi Potensi Pengembangan Ternak Sapi di Dompu…(4)

Fungsional Perencana Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Awaluddin S.Pt, mengatakan persoalan yang mendasar yang dihadapi dalam pengembangan ternak sapi di kabupaten, disebabkan karena pemeliharaan ternak Sapi bagi masyarakat bukan merupakan usaha pokok, tapi hanya sebagai usaha sambilan disamping bertani.

Disamping itu, pemeliharaan ternak sapi masih dikelola secara individu dan dalam skala kecil. Kondisi yang demikian menyebabkan pemanfaatan Sumberdaya yang dimiliki belum secara optimal. Dimana, pemeliharaan ternak masih secara Individu dan Tradisional. Pemeliharaan ternak sapi bagi masyarakat di Kabupaten Dompu adalah sudah menjadi tradisi atau turun temurun. Namun kegiatan usaha ini masih dilakukan secara tradisional, dimana system pemeliharaan ternak dengan cara dilepas dan dibiarkan untuk mencari makan sendiri dan jarang adanya campur tangan dari petaninya sendiri.

RELATED POSTS

Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

“Kondisi disebabkan karena usahatani ternak sapi adalah masih bersifat sebagai usaha sambilan, sementara usaha pokoknya adalah usahatani, serta masih dilakukan secara individu dan dalam jumlah skala kecil,” ujarnya, Senin (09/09/2024).

Kondisi ini menyebabkan perhatian petani terhadap ternak sangat kurang. Kondisi inilah yang menyebabkan produktifitas dan produksi ternak sangat rendah. Dimana dengan kondisi pengembangan ternak yang ada sekarang produksi dan produktifitas ternak sangat rendah. Berat badan ternak sapi hanya berkisar antara 150 kg/perekor s.d. 200 kg./ekor. Disamping itu tingkat kelahiran ternak hanya mencapai 5 % pertahun. Disamping itu tingkat kematian pedet masih cukup tinggi yaitu sampai 14 %.

“Optimalisasi pemanfaatan pakan hasil sisa pertanian dan perkebunan masih rendah. Sistem pemeliharan ternak yang dilakukan oleh peternak masih sebagai usaha sambilan, maka kondisi menyebabkan perhatian petani ternak terhadap ternak sangat kurang, khusus dalam pemberian pakan pada ternak, karena system pemeliharaannya adalah dengan cara dilepas sehingga ternak mencari sendiri makanannya,” jelasnya.

Kalau kondisi ini terjadi pada daerah pelepasan ternak atau padang pengembangan masih tersedia rumput terutama pada musim hujan tetapi pada musim kemarau ketersediaan pakan berkurang. Sementara pada daerah pertanian dimana kita ketahui bahwa limbah pertanian senbagai salah satu sumber pakan ternak belum dimanfaatkan secara maksimal. Jumlah limbah pertanian yang dihasilkan setiap tahun adalah sebanyak 704.230 ton/ha/thn dan baru dimanfaatkan sebagai pakan adalah sebanyak 349.466 ton/ha/th. Sedangkan pada daerah pertanian, ternak juga dibiarkan untuk mencari makan sendiri.

Kondisi ini menyebabkan perhatian petani terhadap ternak sangat kurang. Kondisi inilah yang menyebabkan produktifitas dan produksi ternak sangat rendah. Dimana dengan kondisi pengembangan ternak yang ada sekarang produksi dan produktifitas ternak sangat rendah,berat badan ternak sapi hanya berkisar antara 150 kg/perekor s.d. 200 kg./ekor. ODisamping itu tingkat kelahiran ternak hanya mencapai 5 % pertahun. Disamping itu tingkat kematian pedet masih cukup tinggi yaitu sampai 14 %.

“Keterbatasan peternak dalam permodalan, pengetahuan dan ketrampilan, akses teknologi dan akses pasar. Usaha pengembangan ternak sapi di kabupaten dompu masih dalam skala kecil dan hanya sebagai usaha sambilan sementara usaha pokoknya adalah usahatani. Dan usaha ternaknya masih dilakukan dalam skala kecil dan individu kondisi lah yang menyebabkan akses terhadap permodalan, pengetahuan dan ketrampilan serta akses teknologi dan akses pasar sangat renda,” terangnya

memelihara ternak Sapi bagi masyarakat bukan merupakan usaha pokok tapi hanya sebagai usaha sambilan disamping bertani. Disamping itu pemeliharaan ternak sapi masih dikelola secara individu dan dalam skala kecil. Kondisi yang demikian menyebabkan pemanfaatan Sumberdaya yang dimiliki belum secara optimal.

Perlu untuk dilakukan Optimalisasi Potensi Sumberdaya Untuk Pemeliharaan Ternak Sapi Melalui Penguatan Kelembagaan Kelompok Peternak, sehingga dengan demikian persoalan yang mendasar terhadap pengembangan usaha ternak sapi akan diatasi secara efektif dan efisian. Pemeliharaan ternak sapi bagi masyarakat di kabupaten Dompu adalah sudah menjadi tradisi atau turun temurun.

Namun kegiatan usaha ini masih dilakukan secara tradisional, dimana system pemeliharaan ternak dengan cara dilepas dan dibiarkan untuk mencari makan sendiri dan jarang adanya campur tangan dari petaninya sendiri. Kondisi disebabkan karena usahatani ternak sapi adalah masih bersifat sebagai usaha sambilan, sementara usaha pokoknya adalah usahatani. Upaya yang dilakukan dalam pengembangan ternak sapi adalah dengan ekstensifikasi di daerah kurang penduduk atau daerah pengembalaan ternak, serta pengembangan sitem beternak secara intensifikasi di daerah padat penduduk atau daerah pertanian.

“Sistem usaha ternak masih dilakukan secara tradisional dimana ternak sapi dilepas begitu saja untuk mencari makan sendiri dan hanya sekali sekali saja pemiliknya datang melihat atau pada saat ternak dibutuhkan untuk dijual atau dipotong. Kondisi ini menyebabkan perhatian petani terhadap ternak sangat kurang,” ujarnya, Senin (09/09/2024).

Kondisi inilah yang menyebabkan produktifitas dan produksi ternak sangat rendah. Dimana dengan kondisi pengembangan ternak yang ada sekarang produksi dan produktifitas ternak sangat rendah. Tingkat kelahiran ternak yang rendah, berat badan ternak sapi hanya berkisar antara 150 kg/perekor s.d. 200 kg./ekor. Disamping itu tingkat kelahiran ternak hanya mencapai 5 % pertahun. Disamping itu tingkat kematian pedet masih cukup tinggi yaitu sampai 14 %.

Upaya yang dalam meningkatkan produksi dan produktifitas ternak sapi, mengupayakan adanya keterlibatan peternak dalam proses produksi dan produktifitas ternaknya adalah melalui pengembangan usaha ternak sapi dengan Sistem Intesifikasi pada daerah padat penduduk atau pertanian dan ekstensifikasi pada daerah kurang penduduk atau daerah padang pengembalaan.

“Diharapkan dengan upaya ini, maka tingkat kelahiran ternak dapat diharapkan 1 tahun 1 ekor kelahiran, berat badan ternak bias meningkat menjadi minimal 300 kg/ekor, serta tingkat kematian pedet dapat ditekan sampai nol persen,” tandasnya.(adv)

Loading

Tags: PeternakanSapi

Related Posts

Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok

Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok

by tamborapost
17 September 2026
0

NINGXIA —Sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan muhibah ke sejumlah wilayah di...

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

by tamborapost
14 September 2026
0

MATARAM – PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis di daerah, termasuk sektor kesehatan. Terbaru,...

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

by tamborapost
1 September 2026
0

MATARAM — Malika Tours & Travel Haji dan Umrah resmi hadir dan mulai beroperasi setelah diresmikan dalam sebuah acara yang...

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

by tamborapost
30 Agustus 2026
0

Ada Pakar Ongkologi Hingga Influencer. Inilah Mereka LOMBOK TIMUR – Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur...

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

by tamborapost
28 Agustus 2026
0

DOMPU— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) menandatangani nota kesepakatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)....

Next Post
Optimalisasi Potensi Pengembangan Ternak Sapi di Dompu…(5)

Optimalisasi Potensi Pengembangan Ternak Sapi di Dompu...(5)

Penarikan PAD Disnakeswan Sudah Sesuai Perbup

Penarikan PAD Disnakeswan Sudah Sesuai Perbup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result




Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok
  • Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati
  • Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
  • Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026
  • Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat
November 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
« Okt   Des »
November 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
« Okt   Des »
November 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
« Okt   Des »
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com