Laporan : Saudi Al Gibran, Dompu
NAMA lengkapnya M. Yamin, tetapi masyarakat Desa Rababaka lebih akrab memanggilnya Uba La Ali.
Sosok yang sehari-hari dikenal sebagai pelatih tinju itu kini punya cerita baru. Ia menjajal ring berbeda. Bukan lagi ring tinju, melainkan lahan jagung di kawasan Dam Mila, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.
Musim kemarau tahun ini menjadi babak baru dalam hidupnya. Di atas lahan seluas satu hektare, Uba mencoba peruntungan menanam jagung, berharap bisa mengubah hidup dan menambah penghasilan keluarga. Namun jalan yang ditempuh tak semulus yang dibayangkan.
Dua Kali Gagal, Hampir Menyera
Percobaan pertama gagal total. Bibit jagung yang ditanamnya tak mampu bertahan karena curah hujan tinggi. Tak putus asa, ia mencoba lagi dengan bibit berbeda. Kali ini tanaman memang tumbuh, tetapi hanya sebentar. Dalam hitungan hari, batang muda itu kembali mati.“Dua kali gagal tanam membuat saya hampir putus asa,” kenang Uba, menunduk. “Saya pikir mungkin memang bukan rezeki,” tambahnya.
Bagi seorang pelatih tinju, kalah di ring sudah biasa. Tapi di ladang, kekalahan ini terasa berbeda. Ia bukan hanya kehilangan tenaga dan biaya, melainkan juga nyaris kehilangan keyakinan diri.
Namun takdir berkata lain. Saat semangatnya nyaris padam, hadir pihak perwakilan PT. Sage Mashlahat Indonesia (SMI) menawarkan benih jagung hibrida varietas HULK. Uba diberi 13 kilogram bibit secara gratis. Dengan sisa-sisa harapan, ia mencoba sekali lagi.
Panen Harapan dari Bibit HULK
Kali ini hasilnya berbeda. Jagung Hulk tumbuh subur meski Uba hanya sanggup memberi pupuk dalam jumlah terbatas. Daun hijau lebat, batang tegak kokoh, dan tongkol yang muncul membuatnya tercengang. Tidak hanya itu tongkolnya panjang, besar dan merata di seluruh tanaman.
“Saya tidak menyangka hasilnya bisa sebagus ini. Meski pupuk minim, jagungnya tetap tumbuh sehat,” ungkapnya.
Kini, ladang Uba bukan hanya menyelamatkan semangatnya yang sempat redup, tapi juga menjadi pusat perhatian. Lahan itu dipilih PT. SMI sebagai lokasi Expo Jagung HULK, di mana puluhan petani datang menyaksikan langsung bukti keunggulan varietas baru ini.
Keunggulan HULK yang Bikin Heboh
Jagung HULK terbukti unggul dari berbagai sisi. Rendemen tinggi, tahan penyakit bulai, karat daun, hingga hawar daun. Umur panen hanya sekitar 100–110 hari setelah tanam. Tongkolnya relatif seragam, batangnya kokoh, dan mampu bertahan dari rebah meski ditanam di musim kemarau.
“Ini varietas yang benar-benar berbeda. Dua kali gagal sebelumnya membuat saya hampir menyerah. Tapi dengan HULK, saya kembali percaya diri untuk bertani,” ujarnya.
Cerita dari Petani Lain
Kisah sukses bukan hanya milik Uba. Di Dusun Dam Kasipahu, Desa Doropeti, seorang petani bernama Iwan juga merasakan keajaiban Hulk. Tahun lalu, ia menanam di lahan terbatas pupuk dan cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi. Bibit lain banyak yang mati, tetapi Hulk tetap bertahan.
“Hasilnya 8,5 ton per hektare, padahal pupuk seadanya. Bahkan, orang-orang yang lewat sampai heran, bertanya-tanya, bibit apa ini kok bisa tumbuh begitu bagus?,” ujarnya saat menyampaikan testimoni pada acara Expo Bibit Hulk.
Cerita serupa juga datang dari UD. Hambalang milik Sirajuddin di Kabupaten Bima. Toko pertaniannya baru beberapa jam menurunkan stok bibit Hulk, langsung diserbu petani. “Saya kaget, biasanya produk baru butuh waktu dikenali. Tapi Hulk ini baru dipajang sudah habis diserbu. Petani tertarik karena tongkol besar, panjang, warnanya pun merah menarik,” jelasnya.
Dari Ladang ke Masa Depan
Kehadiran Hulk seperti napas baru bagi banyak petani Dompu. Dari seorang pelatih tinju yang nyaris putus asa, hingga petani di pelosok yang merasakan ketahanan bibit ini di tengah cuaca ekstrem, Hulk memberi lebih dari sekadar panen. Ia memberi harapan baru.
Uba La Ali menatap ladangnya dengan bangga. Dari kegagalan berulang, kini ia merasakan manisnya sukses. “Jagung ini bukan sekadar tanaman, tapi juga bukti kalau kerja keras dan kesabaran akhirnya berbuah hasil,” katanya.
Dan dari ring tinju ke ladang jagung, Uba menemukan bahwa setiap perjuangan, sekecil apapun, selalu punya kemungkinan untuk menang, asal tak menyerah dan berani mencoba hal-hal baru. (*)
![]()










