• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Rabu, 3 Juni 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

tamborapost by tamborapost
18 April 2026
in HEADLINE
0
‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh  ‎

Oleh : Saudi – Tambora Post

 

RELATED POSTS

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lotim Desak Penegak Hukum Sikat Habis dugaan Sindikat Jual Beli SPPG

AMMAN Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

‎Ada yang janggal dalam cara Pemerintah Kabupaten Dompu mengelola logika kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Di satu sisi, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) digelontorkan dalam jumlah fantastis. 

‎‎Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah yang seharusnya menjadi fondasi utama justru tampak lemah, bahkan cenderung stagnan.

‎‎Mari kita bicara dengan angka, bukan sekadar asumsi.

‎Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dompu hanya berada di kisaran Rp189 miliar. Itu pun sebagian besar ditopang oleh BLUD RSUD Dompu yang secara karakter bukanlah sumber PAD “murni” yang fleksibel untuk membiayai kebutuhan strategis daerah.

‎Artinya, ruang fiskal riil yang bisa digerakkan pemerintah sesungguhnya jauh lebih sempit dari yang terlihat di atas kertas.

‎Namun ironinya, di tengah keterbatasan itu, TPP ASN justru menyedot anggaran hingga Rp205,2 miliar. Angka ini bahkan melampaui total PAD. Ini bukan sekadar tidak ideal. Ini kontradiktif secara logika keuangan publik.

‎Lebih jauh lagi, belanja pegawai Dompu telah mencapai Rp717,6 miliar atau 61,08 persen dari total APBD Rp1,17 triliun. Dari jumlah itu, TPP menyumbang 17,47 persen.

‎Sebuah porsi yang tidak kecil untuk sesuatu yang secara regulasi bukan kewajiban mutlak, melainkan instrumen opsional berbasis kinerja dan kemampuan daerah.

‎Di sinilah persoalan utamanya. TPP seharusnya menjadi insentif berbasis kinerja, bukan sekadar “tambahan rutin” yang dinikmati tanpa korelasi kuat dengan produktivitas. Lebih jauh lagi, TPP seharusnya diberikan ketika daerah memang mampu, bukan ketika kemampuan itu dipaksakan.

‎Jika PAD kecil, tetapi TPP besar, maka ada dua kemungkinan.

‎Pertama, daerah sedang memaksakan diri. Kedua, ada kegagalan dalam membangun prioritas.

‎Keduanya sama-sama berbahaya.

‎Kesejahteraan ASN memang penting. Tidak ada yang membantah itu. Namun kesejahteraan yang dibangun tanpa fondasi ekonomi daerah yang kuat hanyalah ilusi jangka pendek. Ia bisa menyenangkan hari ini, tetapi berpotensi menjadi beban berat di masa depan.

‎Lebih ironis lagi, logika yang terbalik ini justru menghilangkan esensi utama dari TPP itu sendiri. Mendorong kinerja.

‎Jika benar pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan ASN secara berkelanjutan, maka jalannya bukan sekadar memperbesar TPP. Jalannya adalah meningkatkan PAD secara signifikan melalui kinerja maksimal, inovasi pelayanan, dan optimalisasi potensi daerah.

‎TPP harus menjadi “hadiah” dari kinerja, bukan “beban” bagi keuangan daerah.

‎Karena bagaimana mungkin kita berbicara tentang insentif kinerja, jika mesin penghasil pendapatan daerahnya sendiri tidak pernah benar-benar dipacu?

‎Dompu hari ini menghadapi pilihan yang tidak mudah, tetapi sangat menentukan.

‎Melanjutkan kebijakan populis yang membebani fiskal, atau mulai membangun disiplin anggaran yang berbasis realitas.

‎Jika tidak ada koreksi serius, maka yang terjadi bukanlah peningkatan kesejahteraan, melainkan pemborosan yang dilegalkan.

‎Dan ketika itu terjadi, yang dikorbankan bukan hanya anggaran tetapi masa depan daerah itu sendiri. (*)

Loading

Tags: KesejahteraanPAD DompuPemkab DompuTPP

Related Posts

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lotim Desak Penegak Hukum Sikat Habis dugaan Sindikat Jual Beli SPPG

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lotim Desak Penegak Hukum Sikat Habis dugaan Sindikat Jual Beli SPPG

by tamborapost
2 Juni 2026
0

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah LOMBOK TIMUR – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur yang...

AMMAN Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

AMMAN Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

by tamborapost
2 Juni 2026
0

JAKARTA – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), produsen tembaga dan emas terbesar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, masuk...

Akademisi Soroti Kinerja Dua Tahun Senator NTB Mirah Midadan

Akademisi Soroti Kinerja Dua Tahun Senator NTB Mirah Midadan

by tamborapost
1 Juni 2026
0

JAKARTA — Dua tahun setelah memperoleh mandat ratusan ribu suara pada Pemilu 2024, kinerja Senator NTB, Mirah Midadan Fahmid, mulai...

Mi6 Sebut Mori Hanafi Figur Terlengkap Menuju Pilgub NTB 2029

Mi6 Sebut Mori Hanafi Figur Terlengkap Menuju Pilgub NTB 2029

by tamborapost
1 Juni 2026
0

MATARAM – Peta politik menuju Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2029 mulai menjadi perbincangan berbagai kalangan. Di tengah munculnya...

Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Dirancang Terbuka, Akuntabel, dan Berbasis Sistem

Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Dirancang Terbuka, Akuntabel, dan Berbasis Sistem

by tamborapost
31 Mei 2026
0

Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin MATARAM-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi...

Next Post
‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang  ‎

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

‎Kenangan Terakhir Sang Sekjen PWI di Bumi NTB  ‎

‎Kenangan Terakhir Sang Sekjen PWI di Bumi NTB ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lotim Desak Penegak Hukum Sikat Habis dugaan Sindikat Jual Beli SPPG

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lotim Desak Penegak Hukum Sikat Habis dugaan Sindikat Jual Beli SPPG

2 Juni 2026
AMMAN Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

AMMAN Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

2 Juni 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lotim Desak Penegak Hukum Sikat Habis dugaan Sindikat Jual Beli SPPG
  • AMMAN Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia
  • RSUD Dompu Mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
  • Akademisi Soroti Kinerja Dua Tahun Senator NTB Mirah Midadan
  • Mi6 Sebut Mori Hanafi Figur Terlengkap Menuju Pilgub NTB 2029
April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar   Mei »
April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar   Mei »

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar   Mei »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com