• Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi
Kamis, 17 September 2026
  • Login
Tamborapost.com
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home OPINI

Tajuk: Ketika Jalan Raya Jadi Panggung Keadilan

Tambora Post by Tambora Post
26 Oktober 2025
in OPINI
0
Tajuk: Ketika Jalan Raya Jadi Panggung Keadilan

FENOMENA pemblokiran jalan di Kabupaten Dompu kembali terjadi. Sabtu malam empat titik jalan negara di wilayah ini lumpuh. Desa Matua, Bara, Bakajaya dan Kelurahan Monta Baru. Semua serentak, dengan alasan yang berbeda tetapi benang merah yang sama. Rasa tidak percaya terhadap proses hukum.

Tiga lokasi pemblokiran digerakkan oleh keluarga korban dugaan pelecehan seksual yang menuntut agar pelaku kembali ditahan. Sementara di Monta Baru, blokade tandingan muncul. Warga yang meminta aparat menghormati asas praduga tak bersalah dan mendukung pembebasan terduga pelaku. Dua posisi berhadapan di tengah malam, di atas jalan umum yang semestinya menjadi ruang publik, bukan arena tarik menarik emosi.

RELATED POSTS

Ketika Kecanduan Judi Online Mengubah Hidup Seorang Anak Baik-Baik

Ketika Layar Kecil Merampas Suara Anak

Fenomena “blokir jalan” di Dompu bukan hal baru. Ia seolah menjadi bahasa sosial yang paling cepat dipahami oleh semua pihak ketika warga ingin “didengar”.

Mulai dari persoalan hukum, infrastruktur, hingga urusan pribadi yang berujung konflik sosial. Semuanya berujung di jalan raya. Blokir jalan seakan menjadi simbol frustrasi masyarakat terhadap jalur komunikasi formal yang dianggap buntu.

Namun di titik ini, kita perlu jujur bertanya. Sampai kapan jalan raya menjadi satu-satunya kanal aspirasi rakyat? Ketika negara gagal menyediakan ruang dialog yang adil dan efektif, maka jalanan menjadi pilihan ekstrem. Tapi jika dibiarkan menjadi kebiasaan, hukum dan ketertiban kehilangan maknanya.

Pemblokiran jalan bukan hanya aksi spontan, melainkan cermin dari ketimpangan kepercayaan. Masyarakat tidak percaya pada proses hukum, tidak yakin suaranya akan didengar kecuali dengan mengganggu kepentingan umum.

Di sisi lain, aparat kerap hanya reaktif. Membubarkan massa tanpa memperbaiki akar persoalan. Yaitu defisit kepercayaan.

Tajuk ini tidak bermaksud menyalahkan siapa pun, tetapi mengajak semua pihak bercermin. Pemerintah daerah, kepolisian, dan tokoh masyarakat perlu membangun kembali saluran aspirasi yang terbuka dan bermartabat. Warga pun harus memahami bahwa keadilan tidak bisa diperjuangkan dengan cara yang justru melukai kepentingan orang banyak.

Jalan raya adalah urat nadi kehidupan publik. Ketika ia diblokir berkali-kali, itu pertanda bahwa sistem komunikasi antara rakyat dan penguasa sedang tersumbat. Sudah saatnya Dompu mencari cara baru untuk menyuarakan kebenaran, tanpa harus menutup jalan bagi sesama. (*)

Loading

Tags: Adat Budaya DompuBlokir jalanEditorialfenomena sosialTajuk

Related Posts

Ketika Kecanduan Judi Online Mengubah Hidup Seorang Anak Baik-Baik

Ketika Kecanduan Judi Online Mengubah Hidup Seorang Anak Baik-Baik

by Tambora Post
20 Oktober 2025
0

Ilustrasi Dulu, malam-malam Rian selalu dihabiskan di depan layar ponsel. Cahaya biru memantul di wajahnya, menemaninya menatap angka-angka berputar cepat...

Ketika Layar Kecil Merampas Suara Anak

Ketika Layar Kecil Merampas Suara Anak

by Tambora Post
9 Oktober 2025
0

PULANG SEKOLAH : Nampak M. Adrian sedang berjalan di depan pagar sekolah. Disekolah inilah dia membangun harapan untuk tumbuh normal...

Cegah Anak Bolos Sekolah, Para Ayah Bisa Lakukan Ini

Cegah Anak Bolos Sekolah, Para Ayah Bisa Lakukan Ini

by Tambora Post
19 September 2025
0

Oleh: Firmansyah Bolos sekolah, hal ini menjadi masalah yang menyita perhatian para guru, orang tua, anggota masyarakat dan juga para...

Akhlak Mulia Anak Sholeh, Pelajaran dari Alimin dan Rian

Akhlak Mulia Anak Sholeh, Pelajaran dari Alimin dan Rian

by Tambora Post
22 Juni 2025
0

Oleh : Firmansyah, S.Psi., M.MKes   Memiliki anak yang sholeh dan berakhlak mulia adalah dambaan setiap orang tua. Dalam setiap...

Aksi Blokir Jalan, Dampaknya Bagi Karakter Anak

Stres Pasca Pileg, Support Sistim Dibutuhkan

by Tambora Post
18 Februari 2024
0

Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes Bila ada anggota keluarga kita yang kebetulan dalam konteslasi Pileg kemarin gagal menjadi legislator dan akibat...

Next Post
Perjuangan Muksin Rogoh Kocek Sendiri Demi Hadirkan TK di Ujung Tambora

Perjuangan Muksin Rogoh Kocek Sendiri Demi Hadirkan TK di Ujung Tambora

Taufik, Sang Penyuluh dari Lereng Tambora, Menanam Harapan untuk Pertanian Dompu

Taufik, Sang Penyuluh dari Lereng Tambora, Menanam Harapan untuk Pertanian Dompu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result




Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok
  • Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati
  • Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
  • Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026
  • Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat
Oktober 2025
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Sep   Nov »
Oktober 2025
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Sep   Nov »
Oktober 2025
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Sep   Nov »
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com